Rabu, 03 Agustus 2016

Peretas Publikasikan Password Akun Twitter Pengembang Pokemon Go

satucode[dot]com. 2016 adalah tahun yang bisa di bilang menjadi tahun kejayaan kelompok peretas ourmine. Bagaimana tidak,sepaanjang 2016 ini nama kelompok peretas beraliran greyhat  ini wara wiri menjadi trading topic di beberapa media online dunia setelah kesuksesannya meng-takeover beberapa akun jejaring sosial para pesohor dunia.

Kali ini akun Twitter milik John Hanke,CEO Niantic labs yang merupakan pengembang game yang sedang booming, Pokemon Go yang menjadi korban keusilan peretas yang di gadang gadang akan menyaingi kepopuleran Anonymous ini. Minggu (31/07/2016) kemarin Time Line Twitter Hanke di penuhi cuitan yang sedikit berbeda dari biasanya. 

Peretas Publikasikan Password Akun Twtitter Pengembang Pokemon Go
Peretas Publikasikan Password Akun Twitter Pengembang Pokemon Go

Dengan tagar #ourmine peretas mengisyaratkan jika mereka sudah menguasai akun Twitter pemiliknya. Ini di sinyalir di lakukan ourmine sebagai bagian dari upaya promosi mereka tentang keberadaan kelompok peretas ini kepada dunia.Kelompok peretas Ourmine sendiri di kenal sebagai kelompok peretas yang menawarkan jasa dan menjadi konsultan keamanan internet untuk melindungi akun-akun media sosial,perbankan maupun keamanan website.

Baca Juga :

Namun ada sedikit yang menggelitik dari cuitan ourmine di timeline milik hanke tersebut. peretas mempublikasikan password yang di pakai hanke untuk akun Twitter miliknya.
His password was too easy "nopass" #OurMine !?
Ini sekaligus menjadi pelajaran berharga bagi kita semua untuk lebih memperhatikan keamanan password yang kita gunakan untuk beberapa akun media sosial kita. Pika..pikaaa ! (andra/sc)

Hacker Jual 200 Juta Akun E-mail Yahoo! Di Dark Web

satucode[dot]com. Dalam beberapa bulan terakhir ini insiden peretasan terhadap sejumlah akun pengguna jejaring sosial populer marak terjadi.Beberapa platform situs populer seperti  LinkedIn, Tumblr, MySpace and VK.com menjadi korban kejahilan peretas serta memperjual belikan akun mereka di pasar gelap darkweb.

Demikian halnya yang terjadi dengan salah satu situs penyedia email gratis paling populer sejagat,Yahoo!. Di lansir dari TheHackerNews seorang peretas dengan code name peace kembali mengobral sebanyak kurang lebih 200 juta akun yang di gunakan untuk login di layanan Yahoo!. Ini adalah peretas yang sama yang menjual akun dari jejaring sosial populer LinkedIn ( baca : Jutaan Akun LinkedIn Di "obral" Di DeepWeb ).

Hacker Jual 200 Juta Akun E-mail Yahoo Di Dark Web
Dengan estimasi harga 3 bitcoins atau sekitar 25 juta rupiah peretas yang populer dengan sebutan peace_of_mind ini menawarkan kepada siapa saja yang mau menebusnya. Belum di ketahui secara pasti bagaimana peretas bisa mendapatkan informasi krudensial ini, namun di sinyalir ratusan juta akun Yahoo! yang di perjual belikan oleh  peace   ini adalah database Yahoo! dari tahun 2012 silam.

Pihak Yahoo! sendiri mengakui jika memang terjadi pembobolan terhadap system mereka dan adanya potensi kebocoran database mereka. namun mereka enggan memberikan klarifikasi terkait insiden tersebut guna memastikan keaslian data yang di jual di darkweb. Dalam deskripsi singkatnya  peace mengatakan jika database yang bocor tersebut meliputi akun email untuk login, password yang terenkripsi MD5, informasi Negara asal dan kode pos Negara yang umumnya berasal dari Amerika Serikat.

Baca Juga :
Lebih lanjut pihak Yahoo! menghimbau untuk para pengguna layanan mereka agar segera mengganti password mereka sesegara mungkin serta mengaktifkan otentikasi dua faktor guna menghindari hal hal yang tidak di inginkan. DI sarankan untuk menggunakan rangkaian kombinasi password yang sukar di tebak serta menggunakan password yang berbeda untuk setiap akun mereka.(andra/sc)

Senin, 25 Juli 2016

Beredar Isu Server Di Retas, Pihak Go-Jek Langsung Membantahnya.

satucode[dot]com. Fenomena peretasan akun beberapa platform online shop maupun aplikasi belanja berbasis online kini makin marak terjadi. Setelah beberapa waktu silam heboh dengan beredarnya  beberapa akun e-commerce dalam negeri seperti La*ada,T**ope*ia dan beberapa akun e-commerce lainnya yang di perjual belikan di media sosial  kini ramai di perbincangkan oleh netizen tentang raibnya beberapa akun pengguna aplikasi Go-Jek yang memiliki saldo atau Go-Pay.

Beredar Isu Server Di Retas, Pihak Go-Jek Langsung  Membantahnya.

Hal itu memicu kekhawatiran para pengguna aplikasi yang identik dengan warna hijau tersebut. Santer beredar rumor di beberapa media massa seperti kaskus maupun postingan beberapa akun media sosial seperti facebook yang mengatakan jika beberapa akun pengguna Go-Jek di kabarkan telah di retas dan saldonya telah di perjual belikan.

Menanggapi kabar tersebut, seperti di lansir dari tekno.kompas.com (24/07/2016) pihak Go-Jek langsung memberikan klarifikasi terkait insiden peretasan beberapa akun milik penggunanya. "Para peretas (hacker) kemudian menemukan bahwa e-mail dan password dari akun-akun tersebut sama dengan yang digunakan di akun-akun Go-Jek,Hal ini dapat terjadi karena banyak pengguna/pemilik akun menggunakan kombinasi e-mail dan password yang sama untuk berbagai akun online,"  demikian pernyataan resmi yang di keluarkan pihak Go-Jek melalui juru bicaranya.

Baca Juga :

Pernyataan itu seakan mempertegas jika memang tidak terjadi apa-apa terhadap server yang melayani para pengguna aplikasi Go-jek. Hilangnya saldo beberapa Pengguna akun Go-Jek yang menjadi korban peretasan olah para oknum yang tidak bertanggung jawab adalah murni human error para penggunanya. Untuk itu lanjut Juru bicara Go-Jek meminta kepada seluruh pengguna aplikasi gojek untuk segera mereset password mereka dan menggantinya dengan password baru yang berbeda dengan password yang di gunakan untuk login di aplikasi lainnya. Pihak Go-Jek sendiri sudah mengirimkan SMS kepada seluruh pengguna aplikasi besutannya untuk segera mereset password mereka. 

Saat ini pihak Go-jek sudah mengembalikan dana atau saldo yang hilang di beberapa penggunanya.Namun pihak Go-Jek terus mewanti-wanti para penggunanya untuk lebih aware terhadap keamanan akunnya serta melakuan penggantian rutin password mereka setidaknya setiap 3 bulan sekali. Lebih lanjut Pihak Go-jek menyarankan kepada setiap pengunanya apabila terjadi kejanggalan atau aktivitas akun yang mencurigakan pada akun milik mereka untuk segera melaprkannya ke pada Pihak Go-Jek melalui email di account@go-jek.com.(andra/sc)

Minggu, 24 Juli 2016

Breaking News : Web Mirror Deface zone-h.org Di hack

satucode[dot]com. Senjata makan tuan mungkin menjadi analogi sederhana untuk menjelaskan insiden yang terjadi terhadap website mirror deface paling populer di dunia underground, zone-h.org. Selama ini website yang di kenal sebagai tempat para peretas (defacer : red) mengarsipkan semua web yang sudah mereka hack berubah tampilan pada minggu (24/07/2016). 

Breaking News : Web Mirror Deface zone-h.org Di hack
Breaking News : Web Mirror Deface zone-h.org Di hack

Peretas yang menamakan dirinya  Moroccanwolf  berhasil masuk ke website tersebut kemudian mengupload artikel pada homepage. Namun ketika kita mengunjungi website tersebut selang beberapa detik kemudian akan di redirect ke website lain yang beralamat di https://blog.soundcloud.com/wp-content/takin.htm.


Own3d by Moroccanwolf
We rock ;)
Last Deface
Greetz To : Abdel­lah Elmaghribi — Kuroi’SH — RxR — Gang Dz — V0TR3X


Demikian kata-kata yang terlampir dalam web yang sudah mengarsipkan lebih dari 11.770.251 website tersebut. Tidak ada kalimat yang menunjukan motivasi sang peretas melakukan tindakan itu. Peretas asal negara Maroko dengan codename Moroccanwolf tersebut hingga saat sudah mengarsipkan sekitar 19,727 mirror deface di website zone-h.org yang terdaftar atas nama dia.

Baca Juga :


Zone-h.org sendiri di kenal di kalangan underground sebagai website yang paling populer untuk mengarsipkan mirror deface mereka. bahkan salah satu top defacer dunia asal Indonesia hmei7 juga menjadikan zone-h sebagai tempat untuk mengarsipkan semua hasil "karya"nya.(andra/sc)

Sabtu, 23 Juli 2016

Artem Vaulin, Pendiri Situs Kickass Torrent Di Tangkap Di Polandia

satucode[dot]com. Jika anda pembaca setia satucode yang gemar mengunduh file dari internet tentu sudah tidak asing lagi dengan instilah torrent. Salah satu situs yang paling populer yang menyedikan file .torrent adalah Kickass Torrent.Namun situs web yang memiliki jutaan database lagu, game, dan film ilegal serta menjadi kiblat para downloader di seluruh dunia di kabarkan mengalami down dan tidak bisa di akses hingga  saat ini. 

Artem Vaulin, Pendiri Situs Kickass Torrent Di Tangkap Di Polandia
Di lansir dari hackread.com, rumor tentang tidak bisa di aksesnya situs Kickass Torrent tersebut di karenakan sang pemilik ,Artem Vaulin di kabarkan telah di tangkap oleh pihak berwenang Amerika serikat pada 20 juli 2016 kemarin. 

Vaulin yang merupakan warga negara Ukraina ditangkap dengan tuduhan mendistribusikan link file yang berisi pelanggaran hak cipta, termasuk di antaranya melakukan Money Loundry (pencucian uang). Akibat dari insiden penangkapan ini, situs KickAss Torrent kini diambil alih oleh pihak berwajib  sehingga menyebabkan down dan tidak dapat diakses oleh penggunanya.

Ini adalah upaya yang yang kesekian kali yang di lakukan oleh otoritas yang berwenang Amerika Serikat dalam memburu pria berusia 30 tahun tersebut. Setelah beberapa kali pindah server di beberapa dunia untuk mengelabui petugas agar bisa lolos dalam pengejaran kini akhirnya Vaulin berhasil di amankan di Polandia dengan tuduhan serius pelanggaran hak cipta.

"Dia selama ini membagikan file ilegal melalui situs yang dikelolanya. Vaulin juga melanggar hukum karena mendistribusikan materi hak cipta ilegal yang nilainya mencapai US$ 1 miliar," demikian kata asisten Jaksa Agung Departemen Kehakiman R Caldwell, dalam pernyataanya terkait penangkapan Vaulin seperti di lansir dari The Verge.

Keberhasilan pemerintah Amerika Serikat dalam menangkap Vaulin tidak luput dari peran Apple sebagai pihak yang paling aktif mencari informasi keberadaan Vaulin. Apple sendiri di kabarkan telah memberikan sejumlah rincian informasi pribadinya kepada pihak berwenang sebagai barang bukti dengan mencocokkan alamat IP yang digunakan untuk login ke halaman Facebook KAT dengan satu kali tautan pembelian iTunes. Di ajukan di Pengadilan Distrik Amerika Serikat di Chigago, pengaduan pidana berbunyi, "Rekaman yang disediakan oleh Apple menunjukkan bahwa tirm@me.com melakukan traksaksi iTunes menggunakan alamat IP 109.86.226.203 pada atau sekira 31 Juli 2015. Alamat IP yang sama dan digunakan di hari yang sama (20 juli 2016) untuk login ke Facebook KAT."

Baca Juga :
 Torrent merupakan sistem download file dengan menggunakan peer to peer. File torrent yang kita temukan selalu berextensi “*.torrent” dengan kapasitas yang hanya beberapa kilobit. Didalam file tersebut berisi informasi file yang akan di download, mulai dari kapasitas file, jumlah filenya, dan dimana file harus di download. Jadi file torrent ini bukan file yang sebenarnya, dan file yang kita donwload bukan berada di dedicate server tetapi dari berbagai jaringan komputer peer to peer yang saling terhubung dengan mengunakan aplikasi client torrent. Jadi setiap komputer yang mendonwload file tersebut otomatis menjadi server share buat yang lainnya. Intinya semua komputer saling berbagi antara satu dengan yang lain.(andra/sc)