Selasa, 23 Agustus 2016

Gawat! Malware Android Ini Menyebar Lewat Google AdSense

satucode[dot]com. Bagi para Blogger maupun pengelola situs baik blog pribadi maupun situs-besar berskala internasional salah satu cara untuk mendapatkan pemasukan lewat jaringan iklan adalah lewat Google Adsense. Dengan pendaftaran yang gratis, Banyak cerita sukses tentang para blogger maupun pengelola situs yang meraup pundi pundi rupiah lewat jejaring iklan ini. Namun kini mungkin anda harus sedikit cemas,pasalnya jaringan iklan milik raksasa teknologi Google ini tengah di susupi malware.

Gawat! Malware Android Ini Menyebar Lewat Google AdSense
Gawat! Malware Android Ini Menyebar Lewat Google AdSense
Terutama untuk anda Pengguna Android harus semakin aware terhadap keamanan data-data virtual anda karena baru-baru ini ditemukan malware yang menyebar lewat jejaring iklan milik Google, yaitu AdSense.Malware ini disebut sebagai banking trojan Svpeng, yang dibuat untuk mencuri data-data perbankan milik korbannya,yaitu dengan membuat sebuah laman yang berisi formulir kosong untuk diisi oleh si korban.

Dilansir dari inet.detik.com, peneliti keamanan dari Kaspersky menyebut kalau malware ini menyebar melalui jejaring iklan milik Google. Seperti kita ketahui jika jaringan periklanan ini  sangatlah luas dan digunakan baik oleh perusahaan maupun perorangan.Pasalnya, iklan yang berasal dari AdSense muncul di berbagai website, baik besar maupun kecil. Dari blog pribadi sampai ke situs berita internasional. Berarti penyebaran malware itu pun bisa menjadi sangat luas.Salah satu cara agar tak terinfeksi Svpeng adalah dengan mematikan opsi menginstal aplikasi dari sumber tak jelas yang ada di dalam pengaturan Android. 

Malware ini ketika sudah terinstal akan menyembunyikan dirinya dari daftar aplikasi di dalam ponsel, yang membuatnya sulit terdeteksi dan dihapus.Selain mencuri data finansial, Svpeng juga sejumlah informasi lain dalam jumlah besar, seperti call history, SMS dan MMS, bookmark browser dan daftar kontak.Namun itu belum seberapa parah jika dibandingkan dengan cara penyebaran malware ini.  

Berita Terkait:

Saat ini Svpeng baru terdeteksi hanya menginfeksi pengguna Android di Rusia, karena laman formulir untuk mencuri informasi korban pun hanya tersedia secara spesifik untuk satu bank di Rusia. Namun tetap saja hal ini adalah insiden yang cukup berbahaya serta memalukan bagi pihak  Google, karena jejaring iklannya ditebengi untuk penyebaran malware.(andra/sc)

Minggu, 21 Agustus 2016

Awas, Virus Android Ini Bisa Mencuri Password Facebook,Twitter, dan Gmail Anda

satucode[dot]com. Kejahatan dunia maya dengan memanfaatkan virus / trojan untuk mencuri password dan informasi sensitif korbannya sudah ada sejak dahulu. Namun,kini keberadaan virus maupun trojan tersebut sudah pada tingkat yang sangat mengkhawatirkan. Bukan hanya menginfeksi komputer layaknya jaman dahulu virus maupun trojan ini sudah berevolusi dengan menginfeksi perangkat smartphone dengan platform Android.

Awas, Virus Android Ini Bisa Mencuri Password Facebook,Twitter, dan Gmail Anda
Awas, Virus Android Ini Bisa Mencuri Password Facebook,Twitter, dan Gmail Anda

Seorang peneliti keamanan internet,Zscaler mengatakan salah satu varian trojan yang paling populer di tahun 2013 sampe 2014 lalu yang bernama Marcher terdeteksi kemuculuannya kembali dengan menginfeksi beberapa perangkat android terbaru. Di tahun 2014 lalu trojan ini menjadi begitu sangat populer di karenakan menjadi biang kerok aktivitas phising terhadap lembaga finansial yang ada di Australia, Perancis, Jerman, Turki serta Amerika Serikat.

Zscaler mengungkapkan, penyebaran aplikasi ini dilakukan dengan menggunakan domain tak resmi milik Google. Mereka pun melakukannya dengan menyediakan update security palsu untuk pemilik smartphone Android. Oleh karena itu, Zscaler mewanti-wanti pemilik smartphone untuk tidak menginstal aplikasi dari luar Google Play Store.

Marcher, seperti dikutip dari Softpedia, kini mempunyai kemampuan untuk mengumpulkan data-data penting dengan menggunakan layar login palsu. Marcher pun bisa menampilkan layar login palsu berbagai aplikasi populer, di antaranya adalah WhatsApp, Viber, Skype, Facebook, Facebook Messenger, Intagram, Twitter, Gmail, Line, UC Browser, Chrome serta Play Store. 

Seperti kebanyakan malware yang beredar saat ini, data yang dicuri dikirim ke server online melalui alamat website palsu yang mengecoh korbannya. jika sebelumnya semua data ini ditransmisikan dalam bentuk plaintext melalui server HTTP, versi Marcher terbaru lebih canggih lagi karena data di kirim dalam bentuk inskripsi melalui saluran server HTTPS dengen menyertakan sertifikikat SSL.

Untuk itu kepada semua pengguna Smartphone Android di harap untuk lebih waspada. Di sarankan untuk tidak mengunduh aplikasi atau apapun selain dari Google Play store.(andra/sc)

Baca Juga :

Jumat, 19 Agustus 2016

Hacker Asal Jawa Timur Di Ciduk Polisi Setelah Ketahuan Meretas Server Pulsa Milik Indomaret.

satucode[dot]com. Seorang pria berinisial NR , di tangkap Subdit IV Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya di Tulungagung setelah di ketahui meretas server POS pengisian pulsa milik jaringan toko ritel Indomaret pada minggu (14/08/16) lalu.

Hacker Asal Jawa Timur Di Ciduk Polisi Setelah Ketahuan Meretas Server Pulsa Milik Indomaret.
Hacker Asal Jawa Timur Di Ciduk Polisi Setelah Ketahuan Meretas Server Pulsa Milik Indomaret.
Penangkapan tersebut didasari atas laporan  dari PT Indomarco Prismatama,selaku perusahaan pengelola Toko waralaba terbesar di tanah air tersebut. Dalam laporannya PT Indomarco Prismatama menyatakan jika adanya indikasi pencurian pulsa pada sistem POS pengisian pulsa toko Indomaret sebanyak 13 unit yang tersebar di Jawa Timur dan Kalimantan.

Di lansir dari republika.co.id, Server pusat POS pengisian pulsa milik jaringan Ritel Indomaret telah diretas oleh NR, warga Tulungagung, Jawa Timur. Ia menggunakan alamat server pusat, kemudian masuk pada server cabang dan langsung menjalankan aplikasi POS pengisian pulsa dan sistem berjalan sendiri. Kemudian sistem mengikuti perintah untuk melakukan pengisian pulsa ke nomor handphone. 

Kasubdit IV Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, AKBP Roberto Pasarib, mengungkapkan, tersangka NR berhasil menyedot pulsa indomaret selama kurang lebih enam jam dengan nominal pulsa  mencapai Rp. 11.600.000 di sembilan cabang Indomaret di Kalimantan dan Jawa Timur.  Setelah berhasil, pulsa-pulsa terkumpul yang disimpan dalam 13 nomor provider, barulah tersangka NR memperjual belikan pulsa di forum jual beli online. 

Turut di amankan pada saat penangkapan oleh tim Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya barang bukti di antaranya satu buah KTP, dua buah buku tabungan, dua buah kartu ATM ,17 buah sim card dengan berbagai macam provider, satu unit laptop, satu unit HP blackberry, dan dua unit handphone merk Iphone.

"Tersangka menjual belikan pulsa hasil curiannya itu dengan harga miring, pulsa seratus ribu rubiah dijual tersangka dengan harga delapan puluh ribu rupiah," ujar  AKBP Roberto Pasaribu di Polda Metro Jaya, dalam siaran persnya.(andra/sc)

Berita Terkait :

Selasa, 16 Agustus 2016

The Shadowbrokers, Kelompok Hacker Yang Mengklaim Telah Menghack NSA.

satucode[dot]com. NSA (National Security Agency) adalah sebuah agensi kriptografi milik pemerintah Amerika Serikat, didirikan oleh Presiden Harry S. Truman pada 4 November 1952. NSA bertugas untuk mengumpulkan dan menganalisis komunikasi negara lain, serta melindungi informasi milik Amerika Serikat.Secara garis besar NSA adalah lembaga milik pemerintah Amerika Serikat yang bertugas di bidang intelejen dengan menggunakan sumber daya dan teknologi tercanggih saat ini.

The Shadowbrokers, Kelompok Hacker yang mengklaim Telah Menghack NSA.

Namun kabar mengejutkan datang dari sekelompok hacker yang menamakan dirinya The shadowbrokers yang mengkalaim telah menghack NSA pada senin (15/08/2016) kemarin.Mereka mengunggah dan memamerkan semua data-data yang telah mereka curi  melalui beberapa jejaring sosial seperti Twitter,Reddit dan Tumblr. Lebih lanjut mereka mengatakan jika mereka berhasil mencuri seluruh cyberweapons milik NSA yang mereka ambil dari salah satu group hacker afiliasi NSA, Equation_Group.



The Shadowbrokers, Kelompok Hacker Yang Mengklaim Telah Menghack NSA.

Equation_Group sendiri di kenal sebagai mitra NSA dalam menciptakan tools maupun mencari jejak digital terhadap target tertentu. Dengan di bocorkannya data milik Equation_Group ini sudah dapat di pastikan ini menjadi insiden peretasan high profile di tahun 2016 ini. Bagaimana tidak, kelompok yang biasanya mencari hacker lain kini harus menelan pil pahit jika data-data mereka justru jatuh ketangan para hacker incarannya.

Beberapa pakar keamanan internet mencoba menganalisa kebenaran berita tersebut.Matt Suiche, CEO cybersecurity startup pada Comae Teknologi , mengatakan " saya telah menerima sampel bukti dari mereka. namun saya belum mengujinya.Namun jika di lihat sepintas memang ini adalah data dan dokumen resmi milik NSA sejak tahun 2013 ".

Baca Juga:

Namun hingga saat ini belum ada rilis remis dari pihak NSA terkait insiden ini. (andra/sc)

Minggu, 14 Agustus 2016

Protes Aksi Pemukulan Terhadap Guru Smk Di Makassar, Hacker Retas Situs Kompolnas.

satucode[dot]com. Indonesia darurat moral. mungkin itu kalimat yang tepat untuk menggambarkan perilaku sebagian masyarakat indonesia saat ini. Terkadang hanya karena alasan yang sepele seseorang tidak segan untuk melakukan tindakan kekerasan terhadap orang lain. Seakan-akan jalan kekeluargaan sudah tertutup untuk menjadi salah satu cara mencari solusi dalam setiap permasalahan.

source (okezonedotcom)

Begitu pula dengan kejadian mengenaskan yang terjadi beberapa waktu lalu, tentang insiden pemukulan yang di lakukan orang tua murid berinisial AA (43 thn) kepada seorang guru SMK yang terjadi di Makassar ,Sulawesi Selatan yang menyebabkan Guru bernama  Dasrul (52 thn) mengalami pendaharahan di hidung hingga harus di operasi.

Protes Aksi Pemukulan Terhadap Guru Smk Di Makassar, Hacker Retas Situs Kompolnas.
Protes Aksi Pemukulan Terhadap Guru Smk Di Makassar, Hacker Retas Situs Kompolnas.

Hal itu rupanya menyulut emosi beberapa oknum "kaum bawah tanah" untuk meyuarakan pendapat  melalui ciri khas para mereka, Defacing !. Kali ini yang menjadi korbanya adalah sebuah situs  yang cukup penting di negeri ini. situs milik Komisi Kepolisian Nasional yang beralamat di http://kompolnas.go.id/ berubah tampilan sejak (14/08/2016) siang dan belum di lakukan perbaikan hingga berita di terbitkan.

Situs yang sehari hari memuat semua informasi dan kegiatan pengawasan terhadap institusi kepolisian ini berubah tampilan dengan latar belakang hitam dan memuat foto pelaku pemukulan dan anak pelaku. Peretas dengan codename mr-dreamx196 mencurahkan semua keluh kesahnya dalam halaman situs tersebut.


Protes Aksi Pemukulan Terhadap Guru Smk Di Makassar, Hacker Retas Situs Kompolnas.

Meskipun di rasa tidak ada korelasinya antara aksi pemukulan dengan situs kompolnas tersebut, namun aksi peretas ini patut di apresiasi. Karena ini adalah salah satu cara yang biasa di gunakan para peretas dalam menyuarakan pendapat mereka. Ini sekaligus menjadi warning buat pemerintah,khususnya pengelola sistem mereka untuk lebih meningkatkan keamanan situs mereka,karena pada dasarnya tidak ada sistem yang sempurna.(andra/sc)

Berita lainnya :