Rabu, 11 Januari 2017

Tumbangnya Raksasa Yahoo Dan Realitas Kejamnya Persaingan Dunia Internet.

satucode[dot]com. Siapa yang tak kenal Yahoo. Bisa di pastikan anda pernah menjadi salah satu pelanggan yahoo lewat layanan email gratisnya. Dulu Yahoo di elu elukan sebagai salah satu perusahaan di bidang IT yang paling perkasa. Kini 23 tahun sejak kemunculannya Yahoo harus menerima kenyataan pahit, tersingkir dari persaingan manisnya bisnis internet hanya karena kecerobohan mereka sendiri, Terlambat berinovasi.

Tumbangnya Raksasa Yahoo Dan Realitas Kejamnya Persaingan Dunia Internet.
Tumbangnya Raksasa Yahoo Dan Realitas Kejamnya Persaingan Dunia Internet.
Kita kembali disuguhkan sebuah realitas kejam di ranah bisnis internet. Siapa yang masih terjebak di zona nyaman dan tetap bertahan dengan ide-ide usang, siap-siap saja terlindas dan menunggu mati.

Sudah banyak contoh yang bisa kita lihat dalam satu dekade terakhir. Siapa yang tak kenal Friendster pada masanya? Hanya dalam waktu singkat, pionir media sosial yang tadinya begitu populer sekejap terlupakan ketika Facebook hadir.

Namun kita sekarang tidak sedang membicarakan soal Friendster. Sekarang kita bicarakan saja soal Yahoo saja yang megap-megap ketika eranya diambil alih oleh Google. Padahal dulu, Yahoo punya kesempatan untuk terus jadi raja diraja di internet jika berhasil mengakuisisi Google saat masih murah.

Lalu, sekarang di mana posisi Yahoo? Sempat dihargai USD 125 miliar pada tahun 2000, kini hanya laku dijual dengan harga murah untuk perusahaan pionir internet sekaliber itu, hanya USD 4,83 miliar.

Pelajaran yang bisa dipetik di era saat ini, perusahaan teknologi muncul dan tenggelam. Bahkan status perusahaan raksasa internet hari ini tak menjamin seperti apa nasib mereka di masa depan. 

Mengenang Kisah Manis Masa Lalu Yahoo

Kisah Yahoo bermula puluhan tahun lalu, tepatnya di 1994. Jerry Yang, imigran asal Taiwan yang baru lulus dari Stanford berduet dengan David Filo, seorang programmer pendiam dari Lousiana. Mereka membuat semacam direktori website bernama David's Guide to the World Wide Web.

Direktori itu disukai pengguna internet. Tahun berikutnya, Sequoia Capital menyuntikkan modal untuk perusahaan yang berganti nama jadi Yahoo itu, lalu menunjuk mantan eksekutif Motorola, Tim Kogle, sebagai CEO. Jerry Yang dan David Filo sendiri masih banyak terlibat.

Masa itulah Yahoo berjaya tanpa tandingan. Tahun 1998, Yahoo adalah website paling populer dan telah go public alias berjualan saham di bursa. Pada Januari 2000, harga saham Yahoo mencapai titik puncak senilai USD 118.

Namun kemudian, terjadilah apa yang disebut sebagai dotcom bubble di mana banyak perusahaan internet bertumbangan. Harga saham Yahoo di tahun 2001 bahkan anjlok sampai USD 8.

Beruntung, Yahoo mampu bertahan di masa-masa sulit tersebut. Tampuk kepemimpinan berganti dengan ditunjuknya Terry Semel, mantan eksekutif Warner Brothers, sebagai CEO menggantikan Kogle.

Di masa inilah, Yahoo melewatkan kesempatan besar yang pasti mereka sangat sesali. Dilansir Economic Times, Yahoo di tahun 2002 bisa saja membeli Google. Namun karena kurang gigih, aksi akuisisi tersebut tidak pernah terjadi.

Kemudian di tahun 2006, hampir saja Yahoo membeli Facebook. Namun Semel menurunkan tawaran dari USD 1 miliar ke USD 850 juta. Mark Zuckerberg yang sebenarnya memang kurang berniat menjual Facebook akhirnya benar-benar mantap menolak tawaran Yahoo.

Seperti diketahui, Google dan Facebook kemudian menjadi raksasa yang melahap bisnis Yahoo. Kedua perusahaan itu tidak dapat dipungkiri menjadi salah satu alasan mengapa Yahoo terpuruk di kemudian hari.

Tentu saja tidak semua strategi Yahoo gagal. Pada tahun 2005, Jerry Yang mengatur pembelian 40% saham perusahaan e-commerce asal China, Alibaba, senilai USD 1 miliar.

Sebuah pembelian berisiko, namun kemudian sukses besar karena Alibaba berkembang jadi raksasa e-commerce di China. Saat ini, saham Yahoo di Alibaba itu nilainya sekitar USD 80 miliar, jauh lebih besar dari nilai Yahoo sendiri.

Waktu pun berlalu. Tahun 2008, Yahoo mulai menunjukkan tanda-tanda kemunduran. Microsoft datang memberi penawaran senilai USD 44,6 miliar. Namun ditolak oleh Jerry Yang yang saat itu CEO Yahoo, karena menganggap tawaran itu terlampau rendah.

Penolakan itu terbukti kebijakan yang salah dan lagi-lagi berujung penyesalan, karena nilai Yahoo terus menurun. Tiga tahun setelah tawaran Microsoft itu, kapitalisasi pasar Yahoo hanya USD 22,24 miliar.

Begitulah, Yahoo tak pernah mampu bangkit seperti zaman keemasannya dahulu walau sudah bergonta-ganti CEO. Kapitalisasi pasar mereka makin anjlok, PHK terpaksa dilakukan dan operasional kantor di berbagai negara termasuk Indonesia ditutup.

Baca Juga :
Episode Yahoo sebagai perusahaan mandiri pun berakhir setelah dicaplok Verizon dengan angka hanya USD 4,83 miliar. Seperti dilansir dari TheGuardian, Selasa (10/1/2017), akuisisi ini akan rampung Maret, akhir kuartal pertama 2017.

Selamat tinggal Yahoo. (andra/sc)

Senin, 09 Januari 2017

Berawal Dari Aksi Bela Islam 212 Tahun Lalu,Kini Muncul Mesin Pencari Islami Dengan Nama Goo212.

satucode[dot]com. Akhir tahun 2016 lalu di tutup dengan rangakaian sejumlah peristiwa yang sempat membuat susasana indonesia khususnya  Ibu Kota Jakarta sedikit memanas. Salah satunya adalah peristiwa di mana sejumlah umat islam dari seluruh penjuru tanah air berbondong-bondong menuju Ibu kota Jakarta untuk berkumpul dan berdemo dalam rangka bela Islam atau yang di kenal sebagai peristiwa Aksi 212.

Berawal Dari Aksi Bela Islam 212 Tahun Lalu,Kini Muncul Mesin Pencari Islami Dengan Nama Goo212.
Berawal Dari Aksi Bela Islam 212 Tahun Lalu,Kini Muncul Mesin Pencari Islami Dengan Nama Goo212.
Hal itu rupanya mengilhami sejumlah developer aplikasi tanah air untuk membuat aplikasi dengan tema 212.Salah satunya oleh pengembang bernama WEBHAPPEN yang bermarkas di Serpong, Tangerang Selatan, Mereka membuat Aplikasi berbasis mesin pencari Islami dan di beri nama Goo212.

Nama Goo212 diambil dari kata Google dengan mencomot 3 huruf awal Goo dan 212 merupakan nama lain Aksi Bela Islam III pada 2 Desember lalu. Dalam profilnya di Google Play Store, Goo212 menawarkan mesin pencari yang memfilter konten palsu (hoax), penyesatan akidah, paham liberal, pornografi dan konten negatif lainnya. 

Pengembang Goo212 juga menuliskan, mesin pencari ini lahir karena dilandasi semangat umat Islam di Indonesia untuk mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. 

"Kini saatnya umat muslim memiliki layanan mesin pencari website yang islami, bebas dari konten yang menyesatkan umat, seperti aliran sesat, pemikiran liberal, konten berbau pornografi, dan masih banyak lagi yang dapat ditemukan jika menggunakan mesin pencari pada umumnya," tulis pengembang dalam deskripsi Goo212 di Google Play Store.

Goo212 mengklaim hanya menampilkan website yang sudah difilter dengan baik oleh tim yang terdiri dari berbagai latar belakang keilmuan sehingga dapat terhindar dari konten yang di luar dari akidah Islam. 

Aplikasi ini juga mengajak kepada umat Islam untuk turut berpartisipasi menambahkan website terpercaya ke direktori database mesin pencari Goo212. Sudah ada 10 ribu pengunduh yang mendownload aplikasi pencari ini. Namun sayangnya aplikasi ini hanya tersedia untuk smsrtphone dengan dengan sistem operasi Android.

Baca Juga :
Dalam dunia pengembang aplikasi munculnya beberapa aplikasi dadakan sudah jamak terjadi. Para pengembang biasanya pandai melihat momen yang sedang viral kemudian membuat aplikasi dengan tema sejenis. Bahkan sebelumnya Aplikasi berbasis Game mobile seperti Game Tahu Bulat Maupun Game Dimas Kanjeng sudah lebih Dahulu populer dengan memanfaatkan momen yang sedang viral kala itu.(andra/sc)

Sabtu, 07 Januari 2017

Tahun Ini Indonesia Punya Badan Siber Nasional,Menjaga Kedaulatan NKRI Di Bidang Cyber

satucode[dot]com. Memasuki awal tahun 2017  kabar menggembirakan datang dari pemerintah melalui Kementrian Pertahanan Republik Indonesia. Pasalnya wacana pembentukan Badan Siber Nasional kini sedang dalam tahap perekrutan dan di jadwalkan akan terbentuk pertengahan januari 2017 ini.


Tahun Ini Indonesia Punya Badan Siber Nasional,Menjaga Kedaulatan NKRI Di Bidang Cyber
Tahun Ini Indonesia Punya Badan Siber Nasional,Menjaga Kedaulatan NKRI Di Bidang Cyber

Hal itu di jelaskan oleh Menhan Ryamizard Ryacudu. "Kita sudah sekolahkan 50 orang ahli IT. Kita latih dia bela negara 6 bulan karena dia akan pegang rahasia negara, jadi bela negara yang kuat" Demikian kata Menhan.

Rencananya akan ada tambahan 50 ahli IT yang dididik Kemenhan untuk membantu Badan Siber Nasional bentukan pemerintah. Badan Siber Nasional ini akan di bawah tanggung jawab Kemenko Polhukam.

Dia menegaskan Badan Siber Nasional tidak akan tumpang tindih dengan tugas yang berada di Kemenkominfo. Koordinasi lintas kementerian akan dilakukan secara intensif.

"Pasti kerja samalah, BCN mengkoordinasi. Cyber-nya tetap masing-masing, tetap profesional," imbuh Ryamizard.

Rencana pembentukan Badan Siber Nasional sebelumnya disampaikan Menko Polhukam Wiranto. Badan ini dibentuk karena Indonesia menjadi negara yang gampang terserang kejahatan siber berdasarkan sebuah penelitian pakar siber internasional.

Sementara itu, Menkopolhukam Wiranto menjelaskan alasan mengapa Badan Siber Nasiaonal urgent untuk segera di bentuk "Kalau tak dilawan, ini akan merusak berbagai sistem, di mana sistem hi-tech sudah banyak digunakan di kehidupan kita. E-commerce menggunakan, kemudian person to person juga,semua transaksi online misal e-commerce, perbankan, perdagangan, bursa saham, pasar, peradangan online semua lewat internet. Kalau ada serangan yang nggak bisa kita atasi, ini kan merusak perekonomian masyarakat, maka kita dirikan Basinas," ujar Wiranto.

Artikel Terkait :

Lebih lanjut di jelaskan Wiranto seperti di lasir dari detikcom,Rencananya, Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) akan dijadikan embrio pembentukan Basinas. Basinas akan memperkuat fungsi Lemsaneg.

"Sebagai embrio, Lemsaneg akan kita empowering. Akan kita perkuat," jelas Wiranto.(andra/sc)

Jumat, 06 Januari 2017

Gawat, Hacker Bisa Curi Data-Data Pribadi Anda Melalui WhatsApp

satucode[dot]com. Perkembangan teknologi mobile kini sudah semakin maju. Tren penggunaan gadget mobile untuk mendukung aktifitas online seakan telah menjadi suatu kebutuhan. seluruh aktifitas online seperti transaksi perbankan, belanja online maupun traksaksi online lainya kini dapat di lakukan hanya dengan menggunakan smartphone.

Gawat, Hacker Bisa Curi Data-Data Pribadi Anda Melalui WhatsApp
Gawat, Hacker Bisa Curi Data-Data Pribadi Anda Melalui WhatsApp
Hal itu pulalah mungkin yang menjadi inspirasi oleh beberapa penjahat dunia maya untuk mencari korbannya.Banyak jalan yang ditempuh dedemit maya untuk mencuri data pribadi untuk mengeruk keuntungan,salah satunya adalah menyerang pengguna aplikasi mobile yaitu WhatsApp.

Di kutip dari IBTimes, Rabu (4/1/2017), sejumlah hacker sudah menemukan cara untuk menipu korbannya menggunakan WhatsApp. Caranya adalah dengan mengirimkan malware yang menyerupai dokumen dari pemerintahan sebuah negara melalui jejaring pesan instan milik Facebook itu.

Saat ini sudah ada dua malware yang teridentifikasi, dan keduanya berasal dari India. Namun bisa saja metode ini digunakan oleh dedemit maya di negara lain karena hal itulah yang biasanya terjadi.

Dua malware tersebut menyamar sebagai dokumen yang berasal dari dua organisasi pemerintah India, yaitu National Defense Academy (NDA) dan National Investigation Agency (NIA), dalam bentuk dokumen Microsoft Excel (.xls).

Cara kerja kedua malware malware ini cukup sederhana.Korban hanya perlu membuka lampiran file yang dikirim oleh peretas,setelah si korban membuka file atau dokumen tersebut,maka malware akan mengakses informasi pribadi sensitif seperti user ID dan password milik si korban, juga sejumlah informasi perbankan.

Dalam laporan tersebut tidak disebutkan sistem operasi apa yang dapat terinfeksi oleh dua malware tersebut, namun mengingat Android adalah sistem operasi yang paling populer di India, maka bisa diasumsikan bahwa Android adalah target dari malware tersebut.

Baca Juga :

Untuk itu guna menghindari ancaman virus atau malware tersebut di WhatsApp, cara terbaik yang bisa kamu lakukan adalah salah satunya dengan Selalu update OS Android kamu dengan versi terbaru,selalu gunakan WhatsApp versi terbaru, dan yang paling penting adalah jangan download dan buka file mencurigakan yang di kirim oleh oleh seseorang yang belum anda kenal lewat WhatsApp.(andra/sc)

Kamis, 05 Januari 2017

Breaking News: Website FBI Di Hack, Peretas Umbar Data Para Agen.

satucode[dot]com. Memasuki hari ke-5 di tahun 2017 ini, dunia underground di gegerkan dengan berita di retasnya situs milik Federal Bureau of Investigation (FBI) yang beralamat di http://www.fbi.gov oleh seorang hacker dengan codename " CyberZeist ".

Breaking News: Website FBI Di Hack, Peretas Umbar Data Para Agen.
Breaking News: Website FBI Di Hack, Peretas Umbar Data Para Agen.
Melalui postinganya di Twitter hacker ini menjelaskan bagaimana ia masuk ke server milik FBI. Menurutnya kerentanan website milik FBI terletak pada salah satu bug file inklusi pada file python atau yang di kenal dengan istilah LFI (Local File Inclusion)  dalam dunia blackhat. Masuk dalam kategori Bug 0day (zeroday) yaitu sebuah kerentanan atau bug yang di temukan dengan membedah CMS atau platform yang di gunakan oleh sebuah website.

Seperti di ketahui, situs website milik FBI menggunakan CMS bebasis Plone-CMS. Sebuah cms yang di klaim sebagai salah satu cms yang paling aman di dunia. Plone-cms sendiri di gunakan olah website-website besar di dunia termasuk diantaranya Google, CIA maupun lembaga-lembaga pemerintahan di Amerika Serikat.

CyberZeist sendiri di kenal sebagai hacker yang menemukan bug pada cms yang di gunakan oleh website milik FBI tersebut. Pada 22 desember 2016 lalu CyberZeist telah melaporkan  kerentanan pada website milik  badan investigasi utama dari Departemen Keadilan Amerika Serikat tersebut dan menyarankan untuk segera menambal kerentanan tersebut. Namun nampaknya hal itu tidak di hiraukan oleh pihak FBI sehingga sekarang website mereka menjadi korbannya.

Artikel Terkait :
Melalui situs berbagi file Pastebin, CyberZeist mengumbar informasi pribadi setidaknya 155 agen FBI termasuk di antaranya nama,email dan password yang di enkrisi dalam bentuk SHA1.

FBI sendiri melalui juru bicaranya menyangkal jika website mereka telah di retas. Tim keamanan dari Plone-cms sendiri langsung mengkonfirmasinya. Di kutip dari theregister.co.uk berikut pernyataan dari plone's security team.
"The Plone Security Team believes that these claims are a hoax. As Plone is open source software, it is easy to fake a screenshot showing Plone’s code. Causing source code to be leaked to the end user is a common form of attack against PHP applications, but as Python applications don’t use the cgi-bin model of execution it has never been a marker of an attack against a Python site.
Ini bukan pertama kalinya situs milik FBI menjadi target para peretas. Pada tahun 2011 silam salah satu kelompok hacker paling berpengaruh di dunia "Anonymous" juga tercatat pernah menyambangi situs milik FBI tersebut.(andra/sc)