Senin, 16 Januari 2017

Konyol , Pria Ini Habiskan 9 Jam Hanya Untuk Mencari Tahu Akhir Baris dari Ms.Excel

satucode[dot]com. Kurang kerjaan, mungkin kata yang tepat untuk menjuluki pria yang satu ini. Bagaimana tidak, dia rela menghabiskan waktunya selama kurang lebih 9 jam hanya untuk mencari tahu berapa jumlah total baris yang ada pada aplikasi Ms.Excel.

Konyol , Pria Ini Habiskan 9 Jam Hanya Untuk Mencari Tahu Akhir Baris dari Ms.Excel
Konyol , Pria Ini Habiskan 9 Jam Hanya Untuk Mencari Tahu Akhir Baris dari Ms.Excel
Melalui video yang di Unggahnya di kanal youtube, pria asal AS bernama Hunter Hobs ini melakukan apa yang di sebutnya sebagai  Excel Challenge. Dalam Video berjudul INSANE EXCEL CHALLENGE! Over 9 hours to reach the bottom of Excel dengan durasi 2:39 ini Hobs dengan tingkah konyol dan sabar menekan tombol arah kebawah selama terus menerus untuk mencari akhir dari baris Ms.excel.

Di butuhkan total waktu sekitar 9 jam 26 menit dan 10 detik. Hingga akhirnya, dia menemukan baris terakhir pada aplikasi buatan Microsoft tersebut, yakni pada nomor 1.048.576.Hobs pun mengaku puas dengan pencapaiannya tersebut. Namun, ada hal yang disesalkannya. Terutama, karena dia merasa lelah, lapar serta tangan yang sakit. Lalu, apakah hal yang dilakukan oleh seorang Hobs ini adalah sebuah hal yang menarik?


Sejatinya, Hobs bisa menyelesaikan tantangannya ini dalam waktu yang jauh lebih singkat. Tidak perlu sia-sia menghabiskan waktu selama lebih dari 9 jam untuk menemukan baris terakhir di Excel. Bahkan, hal ini bisa dilakukan dalam waktu 1 detik. Anda tinggal menekan tombol ctrl + down, maka baris ke-1.048.576 sudah bisa dicapai.

baca Juga:

Namun ada satu pelajaran menarik yang dapat kita ambil dari apa yang sudah Hobs lakukan, yaitu kesabaran. Apa yang di lakukan oleh pria ini membuktikan jika bersabar dengan apa yang kita kerjakan maka hasilnya akan selalu memuaskan.(andra/sc)

Lisensi Windows 10 Akan Semakin Murah Dan Terjangkau.

satucode[dot]com. Bukan rahasia umum lagi jika memang produk produk keluaran Microsoft selalu menggunakan lisensi yang lumayan mahal untuk beberapa produk originalnya. Hal itu mungkin yang melatar belakangi mengapa produk Microsoft  yang beredar banyak versi bajakannya. Sekedar informasi saja untuk OS Windows 10 original saat ini biaya untuk memperoleh lisensinya para konsumen harus rela merogoh kocek antara 1,6 juta hingga 2,6 juta rupiah.

Lisensi Windows 10 Akan Semakin Murah Dan Terjangkau.
Lisensi Windows 10 Akan Semakin Murah Dan Terjangkau.
Namun di tahun 2017 ini, biaya lisensi sistem operasi terbaru Microsoft, Windows 10, bisa saja semakin murah. Ini adalah kabar yang cukup menggembirakan bagi para pengguna OS Windows 10.Microsoft disebut sudah menjalin kesepakatan dengan produsen laptop atau 2-in-1 terkait hal itu. Sebagai imbas dari kesepakatan ini, harga perangkat murah bisa saja menjadi semakin murah karena biaya lisensi sistem operasi di perangkat tersebut tidak akan terlalu membebani produsen.

Biaya lisensi yang semakin murah untuk tahun 2017 ini disebut hanya berlaku untuk perangkat murah saja. Sementara untuk perangkat yang tidak termasuk kategori murah, Microsoft tampaknya belum menunjukkan indikasi akan menerapkan kebijakan yang sama. Kebijakan ini sendiri disebut mulai berlaku tanggal 1 Maret 2017 mendatang.

Biaya lisensi Windows 10 untuk perangkat mobile sendiri memang bervariasi. Microsoft akan menetapkan biaya dengan melihat beberapa hal, termasuk form factor, ukuran layar, dan juga posisi harga jual produk yang bersangkutan. Sayangnya, belum ada informasi lebih lanjut terkait kategori “murah” yang dimaksud Microsoft, yang berhak mendapatkan biaya lisensi yang lebih murah ini.

Baca Juga :
Microsoft nampaknya ingin mendorong adopsi Windows 10 di perangkat murah, pasar yang bisa dibilang masih cukup besar, untuk meningkatkan tingkat penggunaan sistem operasi itu. Selama ini, perangkat murah umumnya lebih didominasi oleh sistem operasi dari Google, baik Chrome OS maupun Android. Biaya lisensi Windows 10 yang lebih murah bisa jadi akan menggelitik produsen perangkat untuk menawarkan perangkat Windows 10 dengan harga yang bisa bersaing dengan Chromebook atau perangkat dengan basis sistem operasi Android. (andra/sc)

Rabu, 11 Januari 2017

Kominfo Sekarang Tidak Lagi Blokir Situs Namun Langsung Di Laporkan Ke Kepolisian.

satucode[dot]com. Kabar gembira beraroma kecemasan datang menghampiri para pengelola website tanah air. Pasalnya Pemerintah melalui Kementrian Komunikasi dan Informasi kini tak lagi memblokir situs-situs website beraliran radikal atau situs dengan konten hoax, namun akan langsung memprosesnya di kepolisian.

Kominfo Sekarang Tidak Lagi Blokir Situs Namun Langsung Di Laporkan Kepolisian.
Kominfo Sekarang Tidak Lagi Blokir Situs Namun Langsung Di Laporkan Ke Kepolisian.
Hal itu di sampaikan oleh Direktorat Jendral Aplikasi Informatika, Samuel Abrijani , "Ini peringatan yang terakhir kali, kita nggak mau lagi blokir," katanya seperti di kutip dari techno okezone di Jakarta, Selasa (10/1/2017). 

Menurutnya langkah pemblokiran website yang selama ini di lakukan oleh kominfo belum terlalu efektif dan belum memberikan efek jera bagi para pengelola website maupun penyedia konten bermuatan hoax.

Langkah mempolisikan situs situs dengan muatan kebencian maupun konten dengan paham paham radikal di nilai sudah sesuai dengan koridor hukum yang berlaku. Hal ini guna mengantisipasi masayakat memperoleh informasi yang menyesatkan.

"Kalau dia (situs) bersalah, diproses oleh Kepolisian,"demikian jelas Samuel.

Namun Dirjen Aptika tersebut memberikan pengecualian bagi situs pers dengan proses yang berbeda. Untuk beberapa situs yang terdaftar di dewan pers akan di proses dengan cara yang berbeda.
"Kecuali media pers harus lapor dulu ke dewan pers," lanjutnya.

Artikel Terkait:

Sekedar informasi beberapa hari yang lalu Kominfo melakukan pemblokiran terhadap beberapa website yang di anggap menyebarkan konten radikal dan bermuatan hoax. Situs website seperti portalpiyungan.com , habibrizieq.com dan beberapa website lainnya masuk dalam kategori website yang di blokir oleh Kominfo.(andra/sc)

Tumbangnya Raksasa Yahoo Dan Realitas Kejamnya Persaingan Dunia Internet.

satucode[dot]com. Siapa yang tak kenal Yahoo. Bisa di pastikan anda pernah menjadi salah satu pelanggan yahoo lewat layanan email gratisnya. Dulu Yahoo di elu elukan sebagai salah satu perusahaan di bidang IT yang paling perkasa. Kini 23 tahun sejak kemunculannya Yahoo harus menerima kenyataan pahit, tersingkir dari persaingan manisnya bisnis internet hanya karena kecerobohan mereka sendiri, Terlambat berinovasi.

Tumbangnya Raksasa Yahoo Dan Realitas Kejamnya Persaingan Dunia Internet.
Tumbangnya Raksasa Yahoo Dan Realitas Kejamnya Persaingan Dunia Internet.
Kita kembali disuguhkan sebuah realitas kejam di ranah bisnis internet. Siapa yang masih terjebak di zona nyaman dan tetap bertahan dengan ide-ide usang, siap-siap saja terlindas dan menunggu mati.

Sudah banyak contoh yang bisa kita lihat dalam satu dekade terakhir. Siapa yang tak kenal Friendster pada masanya? Hanya dalam waktu singkat, pionir media sosial yang tadinya begitu populer sekejap terlupakan ketika Facebook hadir.

Namun kita sekarang tidak sedang membicarakan soal Friendster. Sekarang kita bicarakan saja soal Yahoo saja yang megap-megap ketika eranya diambil alih oleh Google. Padahal dulu, Yahoo punya kesempatan untuk terus jadi raja diraja di internet jika berhasil mengakuisisi Google saat masih murah.

Lalu, sekarang di mana posisi Yahoo? Sempat dihargai USD 125 miliar pada tahun 2000, kini hanya laku dijual dengan harga murah untuk perusahaan pionir internet sekaliber itu, hanya USD 4,83 miliar.

Pelajaran yang bisa dipetik di era saat ini, perusahaan teknologi muncul dan tenggelam. Bahkan status perusahaan raksasa internet hari ini tak menjamin seperti apa nasib mereka di masa depan. 

Mengenang Kisah Manis Masa Lalu Yahoo

Kisah Yahoo bermula puluhan tahun lalu, tepatnya di 1994. Jerry Yang, imigran asal Taiwan yang baru lulus dari Stanford berduet dengan David Filo, seorang programmer pendiam dari Lousiana. Mereka membuat semacam direktori website bernama David's Guide to the World Wide Web.

Direktori itu disukai pengguna internet. Tahun berikutnya, Sequoia Capital menyuntikkan modal untuk perusahaan yang berganti nama jadi Yahoo itu, lalu menunjuk mantan eksekutif Motorola, Tim Kogle, sebagai CEO. Jerry Yang dan David Filo sendiri masih banyak terlibat.

Masa itulah Yahoo berjaya tanpa tandingan. Tahun 1998, Yahoo adalah website paling populer dan telah go public alias berjualan saham di bursa. Pada Januari 2000, harga saham Yahoo mencapai titik puncak senilai USD 118.

Namun kemudian, terjadilah apa yang disebut sebagai dotcom bubble di mana banyak perusahaan internet bertumbangan. Harga saham Yahoo di tahun 2001 bahkan anjlok sampai USD 8.

Beruntung, Yahoo mampu bertahan di masa-masa sulit tersebut. Tampuk kepemimpinan berganti dengan ditunjuknya Terry Semel, mantan eksekutif Warner Brothers, sebagai CEO menggantikan Kogle.

Di masa inilah, Yahoo melewatkan kesempatan besar yang pasti mereka sangat sesali. Dilansir Economic Times, Yahoo di tahun 2002 bisa saja membeli Google. Namun karena kurang gigih, aksi akuisisi tersebut tidak pernah terjadi.

Kemudian di tahun 2006, hampir saja Yahoo membeli Facebook. Namun Semel menurunkan tawaran dari USD 1 miliar ke USD 850 juta. Mark Zuckerberg yang sebenarnya memang kurang berniat menjual Facebook akhirnya benar-benar mantap menolak tawaran Yahoo.

Seperti diketahui, Google dan Facebook kemudian menjadi raksasa yang melahap bisnis Yahoo. Kedua perusahaan itu tidak dapat dipungkiri menjadi salah satu alasan mengapa Yahoo terpuruk di kemudian hari.

Tentu saja tidak semua strategi Yahoo gagal. Pada tahun 2005, Jerry Yang mengatur pembelian 40% saham perusahaan e-commerce asal China, Alibaba, senilai USD 1 miliar.

Sebuah pembelian berisiko, namun kemudian sukses besar karena Alibaba berkembang jadi raksasa e-commerce di China. Saat ini, saham Yahoo di Alibaba itu nilainya sekitar USD 80 miliar, jauh lebih besar dari nilai Yahoo sendiri.

Waktu pun berlalu. Tahun 2008, Yahoo mulai menunjukkan tanda-tanda kemunduran. Microsoft datang memberi penawaran senilai USD 44,6 miliar. Namun ditolak oleh Jerry Yang yang saat itu CEO Yahoo, karena menganggap tawaran itu terlampau rendah.

Penolakan itu terbukti kebijakan yang salah dan lagi-lagi berujung penyesalan, karena nilai Yahoo terus menurun. Tiga tahun setelah tawaran Microsoft itu, kapitalisasi pasar Yahoo hanya USD 22,24 miliar.

Begitulah, Yahoo tak pernah mampu bangkit seperti zaman keemasannya dahulu walau sudah bergonta-ganti CEO. Kapitalisasi pasar mereka makin anjlok, PHK terpaksa dilakukan dan operasional kantor di berbagai negara termasuk Indonesia ditutup.

Baca Juga :
Episode Yahoo sebagai perusahaan mandiri pun berakhir setelah dicaplok Verizon dengan angka hanya USD 4,83 miliar. Seperti dilansir dari TheGuardian, Selasa (10/1/2017), akuisisi ini akan rampung Maret, akhir kuartal pertama 2017.

Selamat tinggal Yahoo. (andra/sc)

Senin, 09 Januari 2017

Berawal Dari Aksi Bela Islam 212 Tahun Lalu,Kini Muncul Mesin Pencari Islami Dengan Nama Goo212.

satucode[dot]com. Akhir tahun 2016 lalu di tutup dengan rangakaian sejumlah peristiwa yang sempat membuat susasana indonesia khususnya  Ibu Kota Jakarta sedikit memanas. Salah satunya adalah peristiwa di mana sejumlah umat islam dari seluruh penjuru tanah air berbondong-bondong menuju Ibu kota Jakarta untuk berkumpul dan berdemo dalam rangka bela Islam atau yang di kenal sebagai peristiwa Aksi 212.

Berawal Dari Aksi Bela Islam 212 Tahun Lalu,Kini Muncul Mesin Pencari Islami Dengan Nama Goo212.
Berawal Dari Aksi Bela Islam 212 Tahun Lalu,Kini Muncul Mesin Pencari Islami Dengan Nama Goo212.
Hal itu rupanya mengilhami sejumlah developer aplikasi tanah air untuk membuat aplikasi dengan tema 212.Salah satunya oleh pengembang bernama WEBHAPPEN yang bermarkas di Serpong, Tangerang Selatan, Mereka membuat Aplikasi berbasis mesin pencari Islami dan di beri nama Goo212.

Nama Goo212 diambil dari kata Google dengan mencomot 3 huruf awal Goo dan 212 merupakan nama lain Aksi Bela Islam III pada 2 Desember lalu. Dalam profilnya di Google Play Store, Goo212 menawarkan mesin pencari yang memfilter konten palsu (hoax), penyesatan akidah, paham liberal, pornografi dan konten negatif lainnya. 

Pengembang Goo212 juga menuliskan, mesin pencari ini lahir karena dilandasi semangat umat Islam di Indonesia untuk mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. 

"Kini saatnya umat muslim memiliki layanan mesin pencari website yang islami, bebas dari konten yang menyesatkan umat, seperti aliran sesat, pemikiran liberal, konten berbau pornografi, dan masih banyak lagi yang dapat ditemukan jika menggunakan mesin pencari pada umumnya," tulis pengembang dalam deskripsi Goo212 di Google Play Store.

Goo212 mengklaim hanya menampilkan website yang sudah difilter dengan baik oleh tim yang terdiri dari berbagai latar belakang keilmuan sehingga dapat terhindar dari konten yang di luar dari akidah Islam. 

Aplikasi ini juga mengajak kepada umat Islam untuk turut berpartisipasi menambahkan website terpercaya ke direktori database mesin pencari Goo212. Sudah ada 10 ribu pengunduh yang mendownload aplikasi pencari ini. Namun sayangnya aplikasi ini hanya tersedia untuk smsrtphone dengan dengan sistem operasi Android.

Baca Juga :
Dalam dunia pengembang aplikasi munculnya beberapa aplikasi dadakan sudah jamak terjadi. Para pengembang biasanya pandai melihat momen yang sedang viral kemudian membuat aplikasi dengan tema sejenis. Bahkan sebelumnya Aplikasi berbasis Game mobile seperti Game Tahu Bulat Maupun Game Dimas Kanjeng sudah lebih Dahulu populer dengan memanfaatkan momen yang sedang viral kala itu.(andra/sc)