Jumat, 14 April 2017

Cek Daftar Apk Android Anda, Jika Ada Apk Berikut Segera Hapus.Karena Terdapat Malware Di Dalamnya

satucode[dot]com. Google PlayStore adalah salah satu market aplikasi resmi khusus untuk pengguna smartphone dengan sistem operasi android. Terdapat beragam aplikasi di dalamnya yang bisa anda unduh secara free maupun berbayar. Meskipun resmi,namun tidak menutup kemungkinan jika aplikasi yang terdapat di dalamnya di susupi malware oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Cek Daftar Apk Android Anda, Jika Ada Apk Berikut Segera Hapus.Karena Terdapat Malware Di Dalamnya
Cek Daftar Apk Android Anda, Jika Ada Apk Berikut Segera Hapus.Karena Terdapat Malware Di Dalamnya
Jika anda pernah menginstal aplikasi berikut kami sarankan untuk segera menghapusnya. Di beri nama Funny Videos 2017 aplikasi ini sebenarnya hanya sebuah aplikasi biasa yang di gunakan untuk menonton sejumlah video lucu dan konyol yang terdapat di dalamnya. Namun siapa sangka di balik tampilannya yang sederhana terdapat malware yang cukup berbahaya yang bisa mencuri seluruh identitas online perbankan anda.

Peneliti keamanan internet Niels Croese, dari perusahaan Security BV melalui postingan blognya menjelaskan,jika aplikasi Funny Videos 2017 ini telah di download kurang lebih sebanyak 5 ribu kali melalui playstore. Pada dasarnya aplikasi Funny Videos 2017 hanyalah sebuah aplikasi pemutar video biasa dengan kontent video lucu ,namun di balik latar aplikasi ini menyimpan sejenis trojan perbankan yang menargetkan kurang lebih 420 jaringan perbankan di seluruh dunia.

Trojan perbankan yang baru ditemukan ini bekerja layaknya malware perbankan lainnya yang sudah banyak beredar, namun dua hal yang membuatnya berbeda dari yang lain adalah kemampuannya untuk menargetkan korban serta penggunaan alat DexProtector untuk menyamarkan kode aplikasi. 

Bagaimana Malware Ini Bekerja

Dijuluki BankBot, trojan perbankan ini menargetkan pelanggan perbankan lebih dari 420 bank di seluruh dunia, termasuk Citibank, ING, dan beberapa Bank baru, seperti ABN, Rabobank, ASN, Regiobank, dan masih banyak lagi. Menurut Croese, Malware ini bekerja ketika anda mulai membuka aplikasi ini untuk menonton video lucu di dalamnya.

BankBot adalah malware mobile banking yang terlihat seperti aplikasi sederhana lainnya. Ketika anda mulai menginstall aplikasi yang di domplengi malware ini maka  trojan yang terdapat di dalamnya dapat mencegat SMS dan display overlays  untuk mencuri informasi perbankan di smartphone anda.
Sementara itu pihak Google langsung sigap dengen segera mengahapus dan memblokir aplikasi terkait di PlayStore. Namun karena aplikasi ini sudah terlanjur beredar luas di sarankan para pengguna smartphone dengan sistem operasi android untuk mengecek aplikasi yang terinstall di daftar aplikasi mereka. Untuk informasi lengkap tentang malware ini anda bisa mengunjungi link berikut.(andra/sc)

Kamis, 13 April 2017

Hacker Meretas Sistem Peringatan Dini Bencana,Seluruh Warga Kota Panik.

satucode[dot]com. Layaknya adegan dalam film Die Hard, Live Free or Die Hard yang bercerita tentang ancaman hacker terhadap infrastruktur negara dengan konsep fire sale, hacker yang belum di ketahui identitasnya ini meretas sistem peringatan dini bencana di kota Dallas,Texas Amerika serikat dan membuat panik seluruh warga kota.

Hacker Meretas Sistem Peringatan Dini Bencana,Seluruh Warga Kota Panik.
Hacker Meretas Sistem Peringatan Dini Bencana,Seluruh Warga Kota Panik.
Dalam sinema tersebut terdapat adegan dimana hacker meretas sistem peringatan terhadap ancaman bahaya virus antrax di Gedung Putih,sehingga membuat seluruh isi gedung menjadi panik. Dalam kehidupan nyata adegan itu benar benar terjadi. Pada 10 April 2017 lalu seluruh warga kota Texas di buat panik dengan raungan sirine yang terus berbunyi selama lebih dari satu jam. 

Sekitar pukul 22.40,ketika seluruh warga kota yang sebagian besar tengah beristirahat langsung berhambuaran keluar rumah begitu tanda bahaya tersebut berbunyi.Sirine yang sedianya sebagai sinyal tanda bahaya akan datangnya bencana angin tornado, terus menerus berbunyi setiap 15 menit sekali salama lebih dari satu jam.

Menyadari kehebohan tersebut,pejabat kota setempat dengan sigap mengumumkan jika itu adalah pertanda palsu yang di sebabkan oleh kesalahan teknis dan menyarankan warga kota untuk tetap tenang karena tidak ada situasi darurat apapun. Namun sistem panggilan darurat 911 tetap di banjiri oleh sekitar 4.400 panggilan telepon oleh warga yang panik.

Di lansir dari Dallas Morning News(08/04/2017),Rocky Vaz, director of Dallas Office of Emergency Management (OEM) mengatakan jika semua kepanikan warga tersebut di picu oleh ulah peretas yang meretas sistem peringatan dini bencana tersebut. Sekitar 156 sirine di seluruh kota mengeluarkan suara peringatan yang terus menerus sebelum akhirnya di matikan dengan paksa oleh otoritas berwenang.
Ini bukanlah kejadian pertama warga Dallas menjadi korban kejahilan peretas. Pada 2016 lalu peretas juga di ketahui meretas sejumlah trafic sign atau sinyal lalu lintas kota dan membuat para pengendara menjadi kebingungan.(andra/sc) 

Minggu, 09 April 2017

15 Jenis Ransomeware Ini Sekarang Sudah Ada Decryptornya

satucode[dot]com.  Kabar gembira bagi anda para korban kejahatan digital,karena kini salah satu tindakan kejahatan digital yang paling menyebalkan yaitu Ransomeware sekarang sudah ada obatnya untuk beberapa jenis ransomeware. Terdapat 15 jenis Ransomware yang bisa di dekripsi atau di kembalikan data-datanya secara gratis melalui sebuah project tool yang di beri nama No More Ransome (NMR).

decryptor 15 jenis ransomeware
15 Jenis Ransomeware Ini Sekarang Sudah Ada Decryptornya
No More Ransome atau NMR adalah sebuah ide yang di gagas oleh Europol,yaitu Lembaga Kepolisian Nasional Belanda, bekerja sama dengan Intel Security dan Kaspersky Lab. Tujuan utamanya adalah membantu para korban kejahatan Ransomeware dengan menyediakan tool gratis dan layanan konsultasi bagi mereka yang menjadi korban penyanderaan data-data oleh para oknum kriminal cyber.

Sejak Desember 2016 project NMR ini mengklaim telah membantu setidaknya 10 ribu lebih para korban ransomeware untuk mengembalikan data-data mereka tanpa membayar sepersen pun. Statistik mereka menunjukan jika kebanyakan korban berasal dari daratan Eropa seperti Rusia, Belanda, Amerika Serikat, Italia, dan Jerman.

Jika anda merupakan salah satu korban dari tindakan kejahatan tersebut, anda bisa mengakses website resmi mereka yang beralamat di https://www.nomoreransom.org/. Mereka menyediakan alat atau software yang bisa anda unduh secara free untuk anda gunakan mendeskripsi file yang  sesuai jenis ransomeware yang menginfeksi perangkat anda.

Setidaknya ada 15 jenis Ransomware yang bisa di dekrispsi oleh software buatan mereka. Terdapat 14 versi bahasa yang bisa anda gunakan untuk memahami cara pemakaian toolnya. Anda tinggal menyesuaikan jenis Ransomeware apa yang menginfeksi perangkat anda dan silahkan unduh software atau toolnya sesuai dengan jenis ransomewarenya.

decryptor untuk 15 ransomeware

Seperti di ketahui, Ransomeware saat ini masih menjadi momok yang paling menakutkan bagi para pengguna komputer.  Salah satu kejahatan digital yang bisa membuat anda stress karena efek yang di timbulkan di mana seluruh data atau file pada perangkat komputer ada di pastikan akan terkunci oleh malware ini dan tidak bisa di akses.
Jalan satu satunya adalah dengan membayar tebusan kepada pembuat ransomeware untuk meminta key atau kunci untuk membuka enkripsi file yang sudah terinfeksi. Namun tidak ada jaminan setelah anda membayar tebusan anda akan terbebas dari malware tersebut.(andra/sc)

Sabtu, 08 April 2017

Aturan Baru Youtube, Punya 10 Ribu Penonton Dahulu Sebelum Bisa Di Monetisasi


satucode[dot]com. Tidak dapat di pungkiri keberadaan youtube saat ini sudah bagai suatu kebutuhan bagi sebagaian orang. Entah hanya untuk sekedar mencari hiburan,informasi atau bahkan ada beberapa orang yang menjadikan youtube sebagai sumber penghasilan dengan mengikuti program monetisasi channel mereka melalui Google Adsense.

Aturan Baru Youtube, Punya 10 Ribu Penonton Dahulu Sebelum Bisa Di Monetisasi
Aturan Baru Youtube, Punya 10 Ribu Penonton Dahulu Sebelum Bisa Di Monetisasi
Mungkin anda pernah mendengar nama-nama seperti Edho Pratama,Raditya Dika,Reza Arap Oktavian, Young Lex dan sederet nama beken lainnya di dunia youtube. Mereka adalah sebagian kecil dari orang orang yang sukses meraup pundi pundi rupiah lewat video yang mereka unggah ke youtube.

Jika anda berminat untuk menjadi partner youtube untuk memperoleh penghasilan dari video yang anda unggah di kanal youtube, aturan baru dari youtube berikut mungkin akan membuat anda sesak nafas. Melalui program yang di sebut Youtube Partner Program atau yang di kenal sebagai YPP aturan baru youtube yang efektif berlaku pertanggal 6 April 2017 mengharuskan anda sebagai kreator channel mempunyai jumlah penonton minimum 10.000 untuk bisa melakukan monetisasi pada channel anda.

Ariel Bardin, VP of Product Management Youtube melalui laman resmi mereka di https://youtube-creators.googleblog.com/2017/04/introducing-expanded-youtube-partner.html menjelaskan jika kebijakan aturan baru yang di keluarkan oleh pihak youtube adalah untuk melindungi para creator youtube dari dampak copy paste yang di lakukan oleh oknum kreator yotube yang nakal. Dengan demikian jika anda hanya bermodalkan video re-upload atau video copas dan memiliki jumlah viewer yang sedikit jangan bermimpi bisa menghasilakan uang dari progarm YPP milik youtube.

Aturan baru yang di keluarkan youtube di satu sisi menguntungkan para youtuber lama yang sudah mempunyai banyak subscriber atau viewer karena content mereka di jamin aman dari penjiplakan, namun di sisi lain untuk mereka yang berminat terjun ke youtube dengan tujuan untuk mendapatkan penghasilan sampingan akan terasa memberatkan.
Jadi mulai sekarang jika anda bermimimpi punya penghasilan dari Youtube seperti layaknya Raditya Dika,Reza Arap atau youtuber sukses lainnya  mulai sekarang harus lebih kreatif lagi dalam menciptakan video guna meraih viewer yang lebih banyak.(andra/sc)

Jumat, 07 April 2017

Peretas Situs Tiket.com Akan Di Bina Dan Di Rekrut Divisi Cyber Crime Polri.

satucode[dot]com. Di tangkapnya Sultan Haikal (SH/19) alias h3ll_id dari tim underground Gantengers Crew karena meretas sejumlah situs besar di tanah air menjadi perbincangan hangat di kalangan netizen tanah air. Aksinya yang menghebohkan adalah ketika meretas situs penjualan tiket online tiket.com yang di sinyalir berdampak pada kerugian material sebesar 4 Milyar Rupah lebih menjadikan SH kini harus mendekam di tahanan Mabes Polri.

sultan haikal
Peretas Situs Tiket.com Akan Di Bina Dan Di Rekrut Divisi Cyber Crime Polri.
Namun belum juga usai penyelidikan terhadap kasus yang menimpanya, berhembus angin segar jika nantinya SH akan di bina dan di rekrut olah pihak Kepolisian Republik Indonesia untuk di jadikan punggawa cyber tanah air demi menjaga kedaulatan Indonesia di ranah cyber.Tentu hal itu setelah semua proses hukum yang menimpanya selesai.

AKBP Idam Wasiadi  selaku Kanit III Subdit I Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri,mengakui Polri memang berencana merekrut SH dan hacker-hacker lain untuk membantu sebagai team cyber dan partner Polri dalam masalah kemanan digital. Dilansir dari detikcom Jumat (7/4/2017) AKBP Idam Wasiadi mengaminkan kabar tersebut " Iya, biar jadi lurus dan bermanfaat bagi bangsa," jelas Idam.

Seperti di beritakan sebelumnya SH di ketahui telah membobol  situs milik PT Global Networking. Aksinya menjebol situs penjualan tiket online itu membuat menejemen situs tiket.com harus rela menelan kerugian hingga Rp 4 miliar lebih. SH menjebol situs tiket.com bersama tiga rekannya yang lebih dulu di tangkap di Balikpapan yaitu MKU (19), AI (19) dan NTM (27).

Jika memang isu tersebut benar,perekrutan SH adalah kejadian kali kedua pemerintah melalui institusi kepolisian merekrut peretas untuk di jadikan mitra. Mungkin masih segar dalam ingatan kita,sebelumnya peretas yang bernama Wildan yang meretas situs resmi Presiden Republik Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono juga telah di rekrut  oleh Polri untuk di jadikan mitra.
Sembari menunggu proses pidana yang menjerat peretas yang hanya lulusan SMP ini selesai kita hanya berharap jika akan ada lebih banyak pemuda-pemuda indonesia yang memiliki bakat di dunia IT untuk menyalurkan hobinya di jalur yang benar.(andra/sc)