satucode[dot]com. Keriuhan netizen tanah air karena aksi peretasan yang menimpa operator seluler terbesar tanah air TELKOMSEL dalam dua hari terakhir menjadi trending topic yang cukup populer di dunia maya. Banyak netizen yang justru merasa berterimakasih atas ulah hacker yang meretas tampilan website yang beralamat di https://telkomsel.com itu. Apa yang di lakukan oleh peretas tersebut di nilai mewakili jeritan hati para pengguna oparator telkomsel yang menilai mahalnya tarif internet yang di kenakan oleh oparator plat merah tersebut.
![]() |
| Bukan Hanya Telkomsel, Ternyata 5 Situs Website Operator Ini juga Pernah Di kerjai Hacker. |
Namun ternyata aksi peretasan terhadap situs operator seluler tidak hanya menimpa Telkomsel saja. Di lansir dari berbagai sumber ternyata ada juga lho website dari beberapa operator seluler besar dari beberapa negara yang pernah menjadi korban kejahilan para peretas. Berikut daftarnya.
1. Vodafone
Operator seluler asal negeri Ratu Elizabeth ini ternyata pernah menjadi korban dari serangan peretas. Peristiwa yang terjadi pada tahun 2015 silam itu membuat operator seluler tesebut harus rela bekerja ekstra keras memperbaiki sistem mereka. Bahkan dalam sebulan terjadi serangan serupa sebanyak dua kali yang menimpa Vodafone. Berbeda dengan peretasan Telkomsel yang hanya mengubah laman depan website,peretasan Vodafone justru lebih berbahaya karena peretas telah mencuri setidaknya 1.827 informasi pengguna meliputi nama,email dan nomer telepon pengguna.
2. Belgacome
Belgacom (atau juga disebut Proximus) adalah operator seluler asal Belgia yang juga sempat diretas oleh hacker. Namun aksi peretasan terhadap operator seleler Belgacome tersebut di tengarai di lakukan oleh para agen rahasia Inggis melalui kelompok hacker mereka, GCHQ. Cara kerja yang mereka lakukan untuk menyerang Belgacome pun termasuk dalam serangan yang cukup rumit,para mata-mata Inggris terlebih dahulu meng-hack melalui router dan jaringan dari perusahaan telekomunikasi Belgia dengan menipu engineers untuk meng-klik halaman jahat melalui LinkedIn dan Slashdot.Setelah insinyur Belgacom meng-klik halaman palsu, malware akan di-install secara tersembunyi dalam mesinnya.
3. Globe Telecommunications
Operator seluler asal negeri tetangga Filipina ini juga masuk dalam daftar korban kejahtan digital oleh peretas. Website mereka pernah menjadi bulan bulanan peretas yang merupakan kelompok peretas asal negeri itu sendiri, Blood Security Hacker. Hampir mirip dengan kejadian yang menimpa Telkomsel, kelompok peretas ini mengubah tampil an depan website mereka untuk menyuarakan protes mereka, bukan karena tarif yang mahal layaknya Telkomsel namun karena jaringan atau koneksi internet mereka yang di nilai lemot.
4. OI
Official site dan sejumlah subdomain operator seluler ternama di Brasil ini tahun lalu dibobol oleh peretas asal Aljazair. Di lansir dari laman HackRead (26/06/16), peretas dengan codename Red Hell Sofyan meretas situs milik operator Brazil tersebut demi menunjukan dukunganya terhadap Kemerdekaan Palestina.
Artikel Menarik Lainnya:
5. Indosat Ooredoo
Korban yang terakhir ini mungkin sedikit berbeda. Pasca peritiwa di retasnya situs milik Telkomsel akun media sosial Twitter Milik oparator Indosat langsung nyinyir dengan mengupdate status yang menyindir Telkomsel. Namun rupanya itu menjadi bumerang bagi mereka. Tak lama setelah cuitan mereka lewat akun @IM3OoredooJBTK tersebut, salah satu sub domain situs mereka yang beralamat di http://arena.indosatooredoo.com justru menjadi target serangan hacker. " Ngerasain kan gimana kena hack? Tetap ganteng aja min, gak usah saling sindir. Sesama provider saling support ae, tanpa kalian kita bisa apa?," tulis hacker dalam laman depan website operator yang identik dengan warna kuning tersebut. (andra/sc)






