Selasa, 27 September 2016

Peretas Sambangi Situs Mahkamah Agung Republik Indonesia

satucode[dot]com. Beberapa waktu yang lalu seorang peretas asal tanah air dengan codename Abrasax1337 sempat menjadi buah bibir karena keisengannya menjahili situs milik Arsip Nasional Republik Indonesia. Kali ini peretas yang sama kembali beraksi, menyasar website milik pemerintah yang berdomain go.id Abrasax1337 kembali menunjukkan kemampunya dalam menjebol sistem dengan mendeface salah satu subdomain milik salah satu institusi pemerintah yang cukup vital di negeri ini. Website yang beralamat di http://ditjenmiltun.mahkamahagung.go.id/ menjadi korban keisengan peretas asal team underground yang menamkan dirinya Jancok Security.

mahkamah agung di hack
tampilan salah satu sub domain website milik mahkamah agung ketika di deface
Dengan tampilan minimalis,berlatar gambar coding, di iringi backsong berirama dugem dari lagu yang cukup populer asal negeri bollywood, tum hi ho peretas hanya menampilkan sedikit jejak yang bisa di analisa mengenai motif aksinya.Namun seperti kebanyakn peretas lainnya abrasax1337 mungkin hanya sekedar iseng,atau hanya ingin menunjukkan eksistensinya di kalangan dunia bawah tanah. Peretasan tanpa motif seperti ini sudah jamak terjadi di kalangan underground, karena selain untuk ajang pembuktian skill mereka ini juga sekaligus untuk meningkatkan pride mereka di kalangan para hacker.

Direktorat Jenderal Badan Peradilan Militer dan Tata Usaha Negara (ditjenmiltun) merupakan unit organisasi baru pada Mahkamah Agung, adalah unit eselon I yang mempunyai tugas antara lain merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis dibidang administrasi, keuangan dan organisasi ketatalaksanaan bagi tenaga teknis peradilan militer dan tata tusaha negara sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 13 Tahun 2005 Tentang Sekretariat Mahkamah Agung dan Keputusan Sekretaris Mahkamah Agung Nomor MA/SEK.07/SK/III/2006 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Mahkamah Agung RI. 

Baca juga:
Hingga berita ini terbitkan belum ada respon perbaikan dari pihak pengelola website meski sudah selang 6 jam sejak website terkena deface. Semoga insiden peretasan seperti ini bisa menjadi sebuah tamparan  untuk para pengelola website untuk lebih aware terhadap sistem yang di kelolanya.(andra/sc)

Note: mirror dapat di lihat di sini 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar