Minggu, 06 November 2016

Garuda Luka, Manifestasi Kekecewaan Peretas. Exclusive Special Interview.

satucode[dot]com. Bagi anda yang berkecimpung di  dunia IT atau pemerhati masalah dunia Blackhat, mungkin nama Garuda Luka sudah tidak asing lagi bagi anda. Nama Garuda Luka begitu populer sejak kemunculannya 2014 lalu , saat berlangsungnya pesta demokrasi Pemilihan Presiden.

Tidak ada yang tau siapa sebenarnya aktor di balik nama Garuda Luka. Banyak asumsi yang beredar jika garuda luka adalah salah bentuk black campaign pada saat itu. Mengingat propoganda yang di selalu di suarakan oleh Garuda Luka. Beberapa media online besar tanah air seperti merdeka, detikcom maupun portal berita yang lainnya sempat mewartakan kehebohan yang terjadi pada saat itu.

Garuda Luka, Manifestasi Kekecewaan Peretas. Exclusive Special Interview.

Kini dua tahun sejak kemunculannya nama itu kembali timbul ke permukaan. Terserak di antara kehebohan berita seputar pemilihan umum kepala daerah Jakarta yang menjadi topik hangat di beberapa media sosial. Aksinya meretas sejumlah situs milik pemerintah seakan akan menunjukan eksistensinya. Tak tanggung tanggung, situs situs populer plat merah milik sejumlah departeman dan kabupaten serta sejumlah instansi menjadi kanvas digital untuk menorehkan karyanya.

Lantas, apa sebenarnya maksud dan tujuannya meretas sejumlah situs di tanah air ? Tak takutkah akan jerat undang undang ITE yang siap menyeretnya ke jalur hukum ?

Dengan bantuan seorang rekan akhirnya satucode berhasil mendapatkan kontak  milik sang peretas, Garuda Luka. setelah di sapakati akhirnya kami bisa melakukan sedikit interview untuk menguak apa sebenarnya motif di balik aksi aksinya.Sesuai dengan permintaan ,kami menyamarkan nama dan menyembunyikan identitas nara sumber.

Sebenarnya apa arti di balik nama garuda luka ?

sebenernya garuda luka tu muncul sejak pilpres 2014, sebagai bentuk protes terhadap penyalahgunaan lambang negara oleh salah satu kelompok capres

Ini sebuah komunitas atau perseorangan ?
perseorangan

Sebenernya target protes melalui aksi defacing ini menargetkan terhadap institusi pemerintah tertentu atau random ?

random, tapi memang lebih ke arah situs pemerintahan, dengan maksud agar penyampaian pesan lebih  tepat

Sejauh ini bagaimana respon dari pemerintah. apakah udah ada feed back tentang aksi protes ini.

belum ada, kebanyakan respon muncul dari masyarakat umum

Berkaca dari kejadian sebelumnya tentang aksi peretasan situs milik pemerintah yang berujung pelaporan kepada pihak kepolisian,adakah kekhawatiran seperti itu. Atau sudah siap dengan segala resikonya.
siap, saya tau apa yg saya lakukan dan apa resikonya, jadi tidak ada kekhawatiran terhadap hal hal buruk yg akan timbul akibat tindakan saya

Ini hanya aksi perseorangan,apakah tidak ada niat untuk mengajak peretas-peretas lainnya ?

tidak ada

Terakhir, anda mewakili dari komunitas undergound, ada tidak pesan2 yg ingin di sampaikan demi kemajuan bangsa indonesia,khususnya di bidang IT
semoga makin banyak generasi muda yg bisa membanggakan Indonesia, khususnya dari bidang IT.


         Mungkin interview di atas terlalu singkat untuk menjabarkan apa sebenarnya motif peretasan yang di lakukan oleh Garuda Luka. Namun Karena permintaan sang nara sumber sendiri untuk tidak mengorek keterangan lebih lanjut, satucode hanya bisa melakukan wawancara singkat tersebut.

Namun dari penggalan wawancara singkat tersebut sudah dapat kita simpulkan apa sebenarnya yang melatar belakangi aksinya meretas sejumlah situs milik pemerintah. Rasa kecewa serta marah berakumulasi menjadi satu sehingga di ekspresikan dalam bentuk peretasan seperti tersebut.

Lantas, Bukankah masa Pilpres sudah selesai ?. Mengapa nama itu kembali muncul. Menurut pendapat salah seorang netizen dan juga pemerhati masalah undergound, kemunculan Garuda Luka di masa sekarang erat kaitannya dengan sejumlah aksi beberapa ormas yang akhir-akhir ini menjadi sorotan karena menggunakan tameng agama untuk menolak salah satu pasangan calon Gubernur Jakarta.

Hal itu tergambar jelas lewat setiap pesan yang di sampaikan oleh Garuda Luka.
Ketika garuda kembali terluka karena provokasi mahkluk durjana..
Ketika semboyan "Bhinneka Tunggal Ika" kembali terabaikan karena aksi oknum yg mengatasnamakan agama...
Ketika ayat ayat suci jadi bahan perdebatan oleh orang orang yang merasa memiliki surga..
Ketika perjuangan pahlawan kemerdekaan sudah dilupakan begitu saja oleh mereka yg merasa paling berjasa..
Sebuah bentuk ekspresi kekecewaan , sebuah rasa amarah yang membakar dada terwujud dalam setiap untaian kata yang terpampang dalam pesan pada setiap halaman situs yang sudah di retasnya.(andra/sc)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar