satucode[dot]com. Akhir tahun 2016 lalu di tutup dengan rangakaian sejumlah peristiwa yang sempat membuat susasana indonesia khususnya Ibu Kota Jakarta sedikit memanas. Salah satunya adalah peristiwa di mana sejumlah umat islam dari seluruh penjuru tanah air berbondong-bondong menuju Ibu kota Jakarta untuk berkumpul dan berdemo dalam rangka bela Islam atau yang di kenal sebagai peristiwa Aksi 212.
![]() |
| Berawal Dari Aksi Bela Islam 212 Tahun Lalu,Kini Muncul Mesin Pencari Islami Dengan Nama Goo212. |
Hal itu rupanya mengilhami sejumlah developer aplikasi tanah air untuk membuat aplikasi dengan tema 212.Salah satunya oleh pengembang bernama WEBHAPPEN yang bermarkas di Serpong, Tangerang Selatan, Mereka membuat Aplikasi berbasis mesin pencari Islami dan di beri nama Goo212.
Nama Goo212 diambil dari kata Google
dengan mencomot 3 huruf awal Goo dan 212 merupakan nama lain Aksi Bela Islam
III pada 2 Desember lalu. Dalam
profilnya di Google Play Store, Goo212 menawarkan mesin pencari yang
memfilter konten palsu (hoax), penyesatan akidah, paham liberal,
pornografi dan konten negatif lainnya.
Pengembang
Goo212 juga menuliskan, mesin pencari ini lahir karena dilandasi
semangat umat Islam di Indonesia untuk mengajak kepada kebaikan dan
mencegah kemungkaran.
"Kini saatnya
umat muslim memiliki layanan mesin pencari website yang islami, bebas
dari konten yang menyesatkan umat, seperti aliran sesat, pemikiran
liberal, konten berbau pornografi, dan masih banyak lagi yang dapat
ditemukan jika menggunakan mesin pencari pada umumnya," tulis pengembang
dalam deskripsi Goo212 di Google Play Store.
Goo212
mengklaim hanya menampilkan website yang sudah difilter dengan baik
oleh tim yang terdiri dari berbagai latar belakang keilmuan sehingga
dapat terhindar dari konten yang di luar dari akidah Islam.
Aplikasi
ini juga mengajak kepada umat Islam untuk turut berpartisipasi
menambahkan website terpercaya ke direktori database mesin pencari
Goo212. Sudah ada 10 ribu pengunduh yang mendownload aplikasi pencari
ini. Namun sayangnya aplikasi ini hanya tersedia untuk smsrtphone dengan dengan sistem operasi Android.
Baca Juga :
Tahun Ini Indonesia Punya Badan Siber Nasional,Menjaga Kedaulatan NKRI Di Bidang Cyber
Situs Website Habib Rizieq Di Blokir. Ini Penjelasan Kemenkominfo
Malware Andorid Terbaru Di Temukan, Lebih Dari 1 Juta Akun Google Jadi Korban.
Dalam dunia pengembang aplikasi munculnya beberapa aplikasi dadakan sudah jamak terjadi. Para pengembang biasanya pandai melihat momen yang sedang viral kemudian membuat aplikasi dengan tema sejenis. Bahkan sebelumnya Aplikasi berbasis Game mobile seperti Game Tahu Bulat Maupun Game Dimas Kanjeng sudah lebih Dahulu populer dengan memanfaatkan momen yang sedang viral kala itu.(andra/sc)

Pernah baca di laman gnpf, katanya ini bukan dari gnpf...heuheu
BalasHapus