Rabu, 03 Mei 2017

Jadi Korban "SOCENG" Facebook Dan Google Rugi $100 Juta

Jadi Korban soceng  Facebook Dan Google Rugi $100 Juta
Jadi Korban soceng  Facebook Dan Google Rugi $100 Juta

satucode[dot]com. Mungkin istilah soceng masih terdengar asing di telinga beberapa orang. Namun buat yang sering bergelut dengan dunia teknologi informasi atau mempunyai ketertarikan terhadap dunia IT istilah soceng tentu sudah familiar bagi anda. 

Soceng atau Social engineering adalah manipulasi psikologis dari seseorang dalam melakukan aksi atau menguak suatu informasi rahasia. Social engineering umumnya dilakukan melalui telepon atau Internet.

 Social engineering merupakan salah satu metode yang digunakan oleh hacker untuk memperoleh informasi tentang targetnya, dengan cara meminta informasi itu langsung kepada korban atau pihak lain yang mempunyai informasi itu.

Lalu bagaimana bisa perusahaan sekelas Facebook dan Google bisa di tipu dengan teknik soceng ?.Cerita berawal dari salah seorang warga berkewarganegaraan Lithuania bernama Evaldas Rimasauska.Pria yang berprofesi sebagai hacker ini menggunakan kemampaunya untuk membuat identitas palsu dan menyamar sebagai seorang yang bekerja di produsen komputer berbasis Asia, Quanta Computer, yang juga bermitra dengan Facebook dan Google. 

Dengan tipu muslihatnya Evaldas berhasil mengelabui karyawan dan agen yang bekerja dan Facebbok dan Google untuk mentransfer sejumlah uang sebagai bagian dari kesepakatan bisnis sebesar $100 juta atau 1 Triliun Rupiah lebih. Alih-alih mengirim uang ke rekening asli milik Quanta Computer, Evaldas justru menggunakan rekening pribadi untuk menampung semua uang transferan tersebut.

Di lansir dari Tech Time peristiwa penipuan yang terjadi 2013 silam lalu akhirnya terbongkar. Kini Evaldas divonis oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) karena terbukti menjadi dalang penipuan dengan menggunakan email bisnis palsu Facebook dan Google.
Peristiwa ini kembali mengingatkan kita akan pentingnya security awareness. Melindungi informasi pribadi kita tidak hanya melulu tetang sebuah password yang kuat atau sistem yang canggih. Ada hal lain yang harus menjadi perhatian kita,yaitu human error. Para pelaku kejahatan digital juga sering memanfaatkan kelalian kita seperti mudah percaya dengan orang baru kita kenal dan lain sebagainya. Karena pada dasarnya "There's no patch for human stupidity" (andra/sc)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar