Jumat, 13 Mei 2016

Sekelompok ANONYMOUS Tertangkap Di Surabaya.

satucode[dot]com. Berita mengejutkan datang dari Ibu Kota Jawa Timur, Surabaya. Sekelompok remaja di bawah umur tertangkap satuan reserse Polrestabes Surabaya. Dengan menggunakan topeng khas Hacker Anonymous, Guy Fawkes seperti yang di gunakan dalam film V for vandeta, 8 anak yang berusia antara 9-14 tahun hanya bisa tertunduk lesu ketika di interogasi petugas kepolisian.

sekelompok ANONYMOUS tertangkap di surabaya.
pelaku menggunakan topeng karena masih di bawah umur
Usut punya usut ternyata bukan kejahatan digital yang mereka lakukan. Mereka di tangkap pihak kepolisian setelah adanya laporan warga kepada Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya.

Meskipun menggunakan atribut Hacker Anonymous, sejatinya bukan kasus peretasan yang mereka lakukan. Mereka di gelandang ke Poltabes surabaya atas kasus Pencabulan anak di bawah umur.Penggunaan topeng di wajah mereka guna menutupi indentitas mereka yang masih kanak-kanak.
baca juga :  
Hal itu di ungkapkan Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Iman Sumantri " mereka di tangkap karena kasus pencabulan anak di bawah umur,Tiga masih duduk di bangku SD dan lima lainnya duduk di bangku SMP " ujarnya.

Pelaku pencabulan berjumlah 8 orang beinsisial MI (9 thn) MY (12 thn) JS (14 thn) AD (14 thn)  BS (12 thn) LR (14 thn) As (14 thn) dan HM (14 thn). Semuanya berasal dari daerah yang sama yakni daerah Kalibokor Kencana, Surabaya

Lebih lanjut di katakan Kombes Pol Iman Sumantri "Karena tiap hari dicabuli sampai mereka ketagihan termasuk korban. Bahkan, korban juga kecanduan pil Doble L yang diberikan setiap mereka mau menyetubuhi korban".

Hal ini memicu keprihatinan tersendiri bagi Walikota Surabaya Ibu Tri Risma Maharani. Secara khusus beliau menemui mereka di kantor keplosian.“Orang tua harus mengawasi anak-anaknya. Jangan sampai anak-anak pergi tanpa pengawasan,” kata beliau dengan nada sedih.

Dia berharap kedepan tidak ada lagi kasus-kasus seperti ini yang menimpa anak-anak. Semoga !.(andra/sc)

"Karena tiap hari dicabuli sampai mereka ketagihan termasuk korban. Bahkan, korban juga kecanduan pil Doble L yang diberikan setiap mereka mau menyetubuhi korban," - See more at: http://www.mediaindonesia.com/news/read/45028/delapan-siswa-cabuli-siswi-di-surabaya/2016-05-12#sthash.t6FvN4rn.dpuf
"Karena tiap hari dicabuli sampai mereka ketagihan termasuk korban. Bahkan, korban juga kecanduan pil Doble L yang diberikan setiap mereka mau menyetubuhi korban," - See more at: http://www.mediaindonesia.com/news/read/45028/delapan-siswa-cabuli-siswi-di-surabaya/2016-05-12#sthash.t6FvN4rn.dpuf
"Karena tiap hari dicabuli sampai mereka ketagihan termasuk korban. Bahkan, korban juga kecanduan pil Doble L yang diberikan setiap mereka mau menyetubuhi korban," - See more at: http://www.mediaindonesia.com/news/read/45028/delapan-siswa-cabuli-siswi-di-surabaya/2016-05-12#sthash.t6FvN4rn.dpuf
"Karena tiap hari dicabuli sampai mereka ketagihan termasuk korban. Bahkan, korban juga kecanduan pil Doble L yang diberikan setiap mereka mau menyetubuhi korban," - See more at: http://www.mediaindonesia.com/news/read/45028/delapan-siswa-cabuli-siswi-di-surabaya/2016-05-12#sthash.t6FvN4rn.dpuf

Rabu, 11 Mei 2016

Reuben Paul, CEO sekaligus Hacker Muda yang di segani

satucode(dot)comSedikit bernostalgia tentang masa kanak-kanak anda. Ketika anda berusia 10 tahun, kegiatan apa yang anda lakukan sehari-hari selain bersekolah. Mungkin sebagian besar akan menjawab bermain. Ya... itu memang benar. Namun hal berbeda justru di alami oleh Reuben Paul. 

Bagaimana tidak di saat anak seusia dia yang baru menginjak 10 tahun asyik bermain dengan sepeda atau bermain game kanak-kanak, dia sudah menjalani profesi hacker sejak usia 9 tahun. Di tambah lagi dia juga seorang pengembang aplikasi,pakar keamanan internet dan yang paling mencengangkan adalah dia seorang CEO juga. Sebuah prestasi yang tidak bisa di anggap main-main untuk anak seusia dia.

Reuben Paul, Hacker sekaligus CEO Prudent Games

Ketertarikan bocah  kelahiran Austin, Texas, Amerika Serikat ini terhadap dunia teknologi sejatinya sudah nampak sejak usia 8 tahun. Hal ini wajar karena memang sang ayah juga adalah seorang pakar kemanan internet.

Pada tahun 2014 lalu ketika usianya baru menginjak 8 tahun dia sudah di undang sebagai pembicara pada seminar Ground Zero InfoSec Summit 2014 yang berlangsung di Houston,Amerika Serikat. Berbicara di depan ratusan hacker dan pakar komputer dari seluruh dunia dia menekankan petingnya pendidikan cybersecurity untuk anak anak usia sekolah dasar.

Hal itu pulalah yang membuat Reuben Paul begitu di segani di kalangan hacker karena kekampuannya untuk anak seusia dia.Di tambah  lagi kini posisi dia sebagai CEO sebuah startup Prudent Games yang berfokus pada pengembangan aplikasi/game edukatif semakin mengokohkan nama dia dunia cybersecurity, sehingga menjadikan dia sebagai seorang duta cybersecurity di kalangan anak-anak serta menjadi pembicara utama pada seminar HITB Security Conference yang berlangsung di Belanda pada 2015 silam.

Kini,Paul yang seorang berketurunan India ini  fokus mengembangkan aplikasi/game yang di khususkan ntuk anak-anak supaya lebih mencintai dunia cybersecurity.Contohnya adalah salah satu aplikasi yang bertajuk "crack me if you can" besutan Prudent Games mengarjakan anak-anak untuk bisa membobol password dengan tekhnik brutefore,namun dengan tampilan yang fun ciri khas anak-anak.

Tentu hal ini bisa menjadi inspirasi buat orang tua dalam mendidik anak sehingga menghasilkan generasi yang jenius,bukan menjadi generasi alay karena pengaruh sinetron, Upss..!

Selasa, 10 Mei 2016

Kenalan Yuk, Sama Technopreneur Muda Indonesia,Alfian Pamungkas Sakawiguna.

satucode(dot)com. Jika anda berfikir kesuksesan seseorang itu setelah usia 30-an, sebaiknya anda buang jauh-jauh fikiran itu. Mengapa demikian, karena Alfian Pamungkas Sakawiguna sudah membuktikannya. Mungkin sebagian dari kita belum terlalu mengenal siapa Alfian Pamungkas Sakawiguna yang akrab di sapa alfian ini. Untuk itu pada kesempatan kali ini satucode(dot)com akan memberikan informasi lengkap tentang si jago " IT " ini.

Kenalan Yuk, Sama Technopreneur Muda Indonesia,Alfian Pamungkas Sakawiguna.
Alfian Pamungkas Sakawiguna
Alfian Pamungkas Sakawiguna, lahir di Cianjur, 22 Agustus 1996.kini usianya baru 20 tahun. Namun siapa sangka di balik usianya yang masih tergolong muda, mahasiswa Prodi Teknik Informatika Fakultas Informatika Univesitas Telkom Bandung ini adalah juara 2 pada  Ajang Wirausaha Mandiri 2015 untuk Bidang Usaha Industri, Jasa dan Perdagangan yang di selenggarakan oleh Bank Mandiri.

Masih muda, cerdas dan berpikiran luas,mungkin itu kata yang cocok untuk menggambarkan sosok dari pendiri PT Cloud Hosting Indonesia ini. Bagaimana tidak di saat pemuda seusia dia masih banyak yang menganggur dan sibuk mencari pekerjaan , dia sudah menghasilkan ratusan juta rupiah dari bisnis yang di dirikannya ini.

Berawal dari kecintaan dia terhadap IT pemuda yang akrab di sapa Alfian ini  sukses meraup jutaan rupian dari bisnis yang di gelutinya. Bisnis di bidang penyedia layanan cloud hosting berbasis SSD, domain register, Cloud Hosting, Server (VPS dan Dedicated Server) ini menjadi pilihannya.

Kini perusahaan yang ia pimpin sudah memiliki sekitar 4.000 klien baik itu di dalam negeri maupun di luar negeri. Dengan modal awal hanya 2 juta rupiah dia nekat mendirikan usaha itu, Ketekunannya berbuah manis, karena 10 bulan sejak didirikan perusahan IDCloudHost milik dia kini sudah miliki 5 server sendiri yang tersebar di beberapa negara di antaranya di singapura dan london. bahkan dia menggandeng beberapa perusahaan besar di bidang teknologi seperti  CloudFlare, LiteSpeed Technology untuk memaksimalkan kinerja sever miliknya supaya lebih cepat.

Meski terlahir bukan dari kalangan pengusaha, keterarikannya terhadap dunia wirausaha sudah terlihat sejak usia belasan tahun. Ketika masih berusia 17 tahun misalnya,dia sudah bisa mendirikan usaha warnet (warung internet) yang sampai saat ini masih buka. Lalu dari mana modal yang di dapat, "Uang untuk modal berjualan pulsa sendiri, didapat dari menjual karakter game online senilai Rp500 ribu " ujar Alfian.

Seperti kata pepatah " hasil tidak pernah menghianati usaha " pencapaian yang diraih alfian adalah bukti nyata dari sebuah ketekunan dan kerja keras. Semoga ini bisa menjadi inspirasi buat muda mudi yang lain supaya bisa menjadi the next  Alfian selanjutanya.

Semangat !!

Senin, 09 Mei 2016

Tentara Nasional Cyber, Perlukah ?

satucode[dot]com. Maraknya kasus peretasan terdapat sistem institusi pemerintahanan akhir-akhir ini telah mencapai pada tahap yang sangat mengkhawatirkan. Hal ini seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah untuk segera turun tangan mengatasi permasalahan kejahatan digital ini.

Beberapa pegiat di bidang teknologi informasi mewacanakan untuk segera di bentuknya  tentara cyber guna mengatasi serangan dunia maya seperti ini.Hal itu di sampaikan oleh ketua Lembaga Riset Keamanan Cyber Communication & Information System Security Research Center (CISSReC), Pratama Persadha.

Tentara Nasional Cyber, perlukah ?
Tentara Nasional Cyber, perlukah ?
“Indonesia sangat perlu memiliki semacam tentara cyber. Namun, wujudnya tidak secara fisik ada polisi atau tentara yang melakukan aktivitas di dunia cyber, tetapi ada badan khusus yang bertanggung jawab terhadap keamanan cyber di Indonesia,” demikian di katakan Persadha.

baca juga : gawat, "hacker" menyerang sistem LPSE pemerintah.


Hal ini di rasa sangat wajar di karenakan maraknya kejahatan digital yang sewaktu-waktu mengancam. seperti kita ketahui,menurut laporan yang di keluarkan oleh  ID-SIRTII (Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure), Indonesia mendapat sekitar 42.000 serangan per hari. Ini merupakan sebuah ancaman yang sangat serius mengingat betapa besarnya arus ancaman yang kita terima.

Belum lagi dengan total kerugian yang harus kita tanggung akibat kejahatan dunia maya ini. Hasil laporan terakhir meyebutkan kerugian negara akibat aktifitas cyber crime ini mencapai Rp 33,29 miliar.Sungguh angka yang sangat fantastis di bandingkan dengan kejahatan konvesional perbankan.

Untuk itu wacana pembentukan tentara cyber ini harus menjadi prioritas utama kementrian pertahanan. Hal ini pun pernah di utarakan sebelumnya oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan,agustus lalu.

Beliau mengatakan bahwa pembentukan tentara cyber yang khusus menangani serangan dunia maya masuk dalam kajian tim pembentukan badan cyber.Kendati demikian, dalam pembentukan badan khusus tersebut, dia memandang perlu ada peraturan perundang-undangannya.

Semoga dengan segera di bentuknya tentara cyber ini tindak kejahatan di dunia maya bisa di minimalisir guna mengurangi dampak kerugian yang di timbulkannya.(andra/sc)

Sabtu, 07 Mei 2016

Skeptix berulah lagi,website ketua KPAI jadi korban.

Setelah sempat membuat gempar dengan aksi peretasan yang di lakukannya terhadap situs KPAI (http://kpai.go.id),kini skeptix berulah lagi. kali ini website ketua komisi perlindungan anak indonesia (KPAI) Asrorun Niam Sholeh pun menjadi korban keganasan hacker yang ber"codename" skeptix ini.

tampilan situs http://asrorunniamsholeh.com/ milik ketua KPAI ketika di deface
tampilan situs http://asrorunniamsholeh.com/ milik ketua KPAI ketika di deface


Situs ketua KPAI yang beralamat di http://asrorunniamsholeh.com/ berubah tampilan sejak tengah malam tadi (07/05/2016). Seperti biasa,dengan tampilan latar berwarna hitam di iringi background music beraliran cadas terdapat tulisan nama sang hacker [skeptix] serta nama-nama yang duga sebagai kawan-kawan sang hacker seperti Strln - 0x0ff - Klpt0 - armx64 - Apthx - e0blx - Cx0re. Situs milik ketua KPAI ini sejatinya memuat Segala infomasi yang berkaitan dengan kegiatan sehari-hari sang ketua KPAI.


Namun ada yang unik di balik aksi peretasn ini, pasalnya ketika kita membuka situs yang di deface yang berlamat di http://asrorunniamsholeh.com/  ketika kita melakukan klik di sembarang tempat maka kita akan di alihkan ke sebuah situs baru yang berlamat di https://www.change.org/p/komisi-perlindungan-anak-indonesia-pemblokiran-permainan-berbasis-elektronik-perlu-dikaji-ulang. Rupanya sang hacker telah memasang java script khusus untuk melakukan redirect ke situs tersebut.

Setelah satucode[dot]com amati lebih lanjut ternyata situs yang di redirect tersebut adalah sebuah situs petisi online yang berisi dukungan penolakan terhadap upaya pemerintah yang di dukung KPAI dalam wacana pemblokiran game-game online tertentu. Petisi yang kini sudah di tandatangani kurang lebih 4.369 pendukung ini di gagas oleh seseorang yang bernama Suseno Wibowo Hardianto yang beralamat di Jakarta, Indonesia.

Semoga perseteruan antara hacker dan pemerintah dalam hal ini komisi perlindungan anak indonesia (KPAI) segera berakhir dan menemui titik terang. Sehingga aksi-aksi peretasan yang notabene merugikan sejumlah kalangan yang ingin mendapatkan informasi dari situs tersebut bisa mengaksesnya kembali.