Jumat, 24 Maret 2017

Hacker Asal Turki Ancam Hapus 300 Juta User iCloud,Jika Tebusannya Tidak Di Penuhi Apple

satucode[dot]com. Fenomena peretasan yang berlatarbelakang mencari keuntungan secara finansial marak tejadi akhir-akhir ini.Meskipun beberapa perusahaan besar menggelar bugbounty untuk menjadi ajang para para peretas whitehat mencari duit dengan cara yang halal namun bagi sebagian lainnya itu tidak membuat mereka tertarik. Mereka tetap berlindung di baling topi hitamnya dan menggunakan cara cara preman untuk memalak korbannya.

Hacker Asal Turki Ancam Hapus 300 Juta User iCloud,Jika Tebusannya Tidak Di Penuhi Apple
Hacker Asal Turki Ancam Hapus 300 Juta User iCloud,Jika Tebusannya Tidak Di Penuhi Apple
Kali ini nasib sial menimpa salah satu raksasa teknologi, Apple.Di lansir dari TheHackerNews,sekelompok hacker asal Turki yang menamakan dirinya Turkish Crime Family di ketahui telah memiliki akses ke sekitar 300 juta user iCloud dan mengancam akan menghapusnya jika permitaan tebusan sekitar Rp 1 Miliiar dalam bentuk uang virtual Bitcoin tidak di penuhi oleh pihak Apple.

Dalam sebuah wawancara dengan laman Motherboard vice, perwakilan peretas ini mengklalim jika mereka tidak segan untuk menghapus seluruh user icloud yang mereka pegang. Tenggat waktu yang di berikan hingga 7 April mendatang untuk pihak Apple memenuhi permintaan tebusan mereka.Mereka juga menghadirkan sebuah video, screenshots email, dan akses ke akun email yang dipakai untuk menghubungi Apple. 

Sementara itu pihak Aplle melalui juru bicaranya mengatakan  "Tak ada kebocoran pada sistem Apple, termasuk iCloud dan Apple ID,Dugaan awal, alamat email dan password akun tersebut diperoleh dari platform lain yang sebelumnya telah berhasil diretas" ujar juru bicara Aplle, seperti dikutip dari Fortune.

Dengan tegas pihak Aplle menolak permintaan pembayaran tebusan mereka dan mengancam balik melaporkan aksi pemerasan tersebut ke pihak berwenang. Ini buka kali pertama Aplle mengalami kejadian seperti ini.Sebelumnya, serangan siber juga pernah dialami oleh iCloud Apple pada 2014. Saat itu, sejumlah akun selebritas diakses peretas dan sejumlah foto pribadi mereka menyebar di internet.Rupanya saat itu masalah keamanan berasal dari lemahnya keamanan pribadi akun iCloud para seleb. Sementara sistem keamanan Apple tak ada masalah.
Untuk itu di sarankan kepada seluruh user iCloud Untuk segera melakukan reset password dan mengganti seluruh password yang terhubung dengan akun iCloud mereka.Hanya untuk berjaga jaga jika ancaman kelompok hacker asal negara kebab  benar benar terbukti.(andra/sc)

Sabtu, 18 Maret 2017

Jebolnya Server Yahoo! Dan Bocornya 500 Juta Akun Hanya Gara-Gara Phising

satucode[dot]com. Pekan lalu sindikat peratasan terhadap server Yahoo! yang berakibat bocornya ratusan juta akun email Yahoo! telah tertangkap dan menjalani pemerikasaan di Departemen Kehakiman USA,Northern District of California. Peretasan yang konon di dalangi oleh Rusia ini menjadi semakin menarik untuk di kaji karena ternyata bocornya ratusan juta akun email itu karena kecerobohan salah satu karyawan Yahoo! yang terjebak laman login palsu atau yang lebih di kenal dengan istilah Phising.

spear phising
Jebolnya Server Yahoo! Dan Bocornya 500 Juta Akun Hanya Gara-Gara Phising
Hal ini diungkap oleh Federal Bureau Investigation (FBI). Menurut Badan Intelejen Amerika Serikat ini, si hacker menggunakan teknik social engineering ke seorang karyawan Yahoo! yang mempunyai akses cukup tinggi ke dalam jaringan perusahaan, sehingga si hacker bisa menjebol sistem tersebut.

Dilansir dari businessinsider, Malcolm Palmore seorang agen FBI menyebutkan, jika si hacker hanya menggunakan email 'spear phishing' untuk mencuri informasi rahasia milik karyawan Yahoo!. Sedikit berbeda dengan metode phising kebanyakan,Metode spear phishing sendiri hanya fokus pada satu target atau orang dengan mencari tahu seluk beluk tentang target.

Kejadian itu mengingatkan akan kejadian serupa yang menimpa yang  manajer kampanye Hillary Clinton, John Podesta. Dalam kasus tersebut, kecerobohan Podesta berakibat pada bocornya email-email pribadinya ke publik sehingga seluruh isi percakapanya via email tersebar.

Keberadaan Spear Phishing  sendiri sudah aja sejak beberpa tahun silam,yang merupakan sebuah teknik hacking yang terbilang cukup kuno namun ternyata masih efektif untuk menjebak sebagian orang yang tidak terlalu waspada.Spear Phising adalah teknik penyebaran email yang seolah olah dari rekan atau organisasi yang telah kita kenal sebelumnya, teknik ini digunakan oleh hacker untuk mendapatkan nomor kartu kredit, bank account, password dan Informasi finansial lainnya.
Ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua di era serba digital sekarang ini. Meningkatkan kewaspadaan ketika melakukan login dengan memastikan terlebih dahulu url atau alamat situs yang anda gunakan. Karena para penjahat dunia maya sudah semakin lihai dan canggiih dalam memanipulasi laman login.(andra/sc)

Kamis, 16 Maret 2017

Virus Musik, Teknik Meretas Smartphone Terbaru Dengan Gelombang Suara Telah Di Temukan.

satucode[dot]com. Sudah sering kali kita dengar infromasi bahwa smartphone memiliki banyak celah yang bisa di eksploitasi oleh para oknum untuk mengambil alih akses atau mencuri data sensitif penggunanya. Bahkan penyebaran malware yang menargetkan pengguna smarphone sudah jadi tren di kalangan para penjahat cyber seiring dengan bergesernya perilaku manusia modern yang lebih sering online via mobile gadget.
Virus Musik, Tehnik Meretas Smartphone Terbaru Dengan Gelombang Suara Telah Di Temukan.
Virus Musik, Tehnik Meretas Smartphone Terbaru Dengan Gelombang Suara Telah Di Temukan.
Namun temuan terbaru kali ini sungguh di luar dugaan,di lansir dari Gizmodo,para peneliti dari University of Michigan dan University of South Carolina di Amerika Serikat mengungkap fakta mencengangkan. Smartphone canggih kini bisa di retas hanya melalui gelombang suara. 

Memanfaatkan celah pada Accelerometer, yaitu sebuah komponen yang terdapat pada smartphone yang berfungsi mendeteksi gerakan dan orientasi pada perangkat,para peneliti bisa memanipulasi accelerometer pada gadget sehingga penyerang bisa mengeksekusi aneka perintah pada smartphone.

Tim peneliti menggunakan gelombang suara dengan nada yang didesain khusus untuk menggerakkan komponen mekanik pada accelerometer melalui resonansi. Tujuannya adalah menipu perangkat agar “berpikir” seolah sedang bergerak, padahal sebenarnya tidak demikian.

Kevin Fu, associate professor teknik listrik dan ilmu komputer di University of Michigan dalam paparan hasil penelitian. “Anda bisa menganggapnya semacam virus musik.Mirip dengan penyanyi opera yang bisa memecahkan gelas anggur dengan nada tertentu. Hanya saja, dalam kasus ini kami bisa mengeja kata-kata dan mengirim perintah ke smartphone".

“Kalau sebuah aplikasi ponsel mengandalkan accelerometer untuk menstarter mobil ketika penggunanya menggoyang ponsel, Anda bisa menipu output data accelerometer untuk membuat aplikasi berpikir ponsel sedang digoyangkan,” ujar Timotthy Trippel dari tim peneliti lainnya.


Dalam sebuah video yang mereka unggah di kanal yutube,di perlihatkan bagaimana metode peretasan ini bisa bekerja.Menggunakan  gelang pintar Fitbit yang berfungsi menghitung langkah kaki ketika berolah raga peneliti melakukan simulasi  hacking dengan perintah gelombang suara sehingga menampilkan hasil yang terkesan sedang bergerak meski fitbit dalam kondisi diam.

Penelitian tersebut sekarang masih berupa proof-of-concept saja, untuk menunjukkan bahwa peretasan benar-benar bisa dilakukan lewat gelombang suara. Teknik tersebut juga tak selalu bisa diterapkan di semua accelerometer.Tim peneliti baru menguji efektivitasnya di 20 accelerometer perangkat buatan lima produsen yang terbukti memiliki kelemahan tertentu sehingga bisa di attack dengan metode di atas.
Ini di rasa akan menjadi semacam ancaman serius jika tidak segera di tanggapi oleh pihak yang berkompeten.Terlebih, accelerometer kini banyak dipakai di alat-alat lain semisal drone, pesawat terbang, hingga peralatan medis.Jika tidak segera di tambal di khawatirkan akan di gunakan untuk hal hal yang merugikan bagi orang lain.Untuk hasil riset selengkapnya yang di lakukan oleh para peniliti anda bisa mengunjungi tautan berikut .(andra/sc)

Terungkap, Dalang Di Balik Jebolnya Server Yahoo Pada 2014 Silam

satucode[dot]com. Pada tahun 2016 lalu seorang hacker di ketahui telah menjual setidaknya 200 juta email berikut password dan informasi sensitif lainnya pada pasar gelap deepweb. Satu tahun berselang pemerintah Amerika Serikat melalui Federal Bureau of Investigation (FBI) berhasil meringkus aktor di balik aksi yang menghebohkan yang membuat Yahoo harus rela kehilangan pamornya.

Terungkap, Dalang Di Balik Jebolnya Server Yahoo Pada 2014 Silam
Terungkap, Dalang Di Balik Jebolnya Server Yahoo Pada 2014 Silam
Aksi peretasan itu di sinyalir sudah terjadi sejak tahun 2014,namun baru di sadari oleh pihak yahoo pada akhir tahun 2016 silam. Adalah dua orang perwira intelejen Rusia dan dua orang hacker yang di dakwa berada di balik kejatan digital tersebut. 

Dmitry Aleksandrovich Dokuchaev, 33tahun, warga Negara Rusia,Igor Anatolyevich Sushchin, 43tahun, Warga negara Rusia  masing masing menjabat sebagai perwira intelejen Rusia atau FSB,Alexsey Alexseyevich Belan, alias "Magg," 29tahun,Warga Negara Rusia  serta  Karim Baratov, alias "Kay," alias "Karim Taloverov" alias "Karim Akehmet Tokbergenov," 22tahun, seorang warga  Kanada dan Kazakhstan, keduanya berprofesi sebagai hacker di dakwa oleh para jaksa di Departemen Kehakiman USA,Northern District of California.
Salah satu terdakwa Alexsey Alexseyevich Belan atau yang lebih di kenal dengan nickname Magg, di ketahui telah menjadi incaran pihak FBI sejak 2015 silam serta menjadi salah satu hacker yang paling di buru di dunia. 

Dalam dakwaannya sebanyak 38 lembar surat dakwaan di jelaskan magg menggunakan protokol transfer file (FTP) untuk men-download database Yahoo, yang berisi username, rekening pemulihan e-mail, nomor telepon dan informasi tertentu yang diperlukan lainnya,serta mencuri  "cookies"  peramban untuk lebih dari 500 juta rekening Yahoo.(andra/sc)

Rabu, 15 Maret 2017

Selain Bikin Gaya Makin Ok, Topi Canggih Ini Juga Bisa Untuk Mengisi Batrei Smartphone.

satucode[dot]com. Bagi kawula muda Topi sudah menjadi item fashion yang sangat di gandrungi sebagai pelengkap dalam gaya berdandan. Selain fungsinya untuk melindungi kepala dari sinar matahari langsung topi juga di jadikan aksesoris sehingga gaya lebih keliatan gaul dan trendy.
Selain Bikin Gaya Makin Ok, Topi Canggih Ini Juga Bisa Untuk Mengisi Batrei Smartphone.
Selain Bikin Gaya Makin Ok, Topi Canggih Ini Juga Bisa Untuk Mengisi Batrei Smartphone.
Namun sedikit berbeda dengan Topi kebanyakan, desain topi yang satu ini selain fungsi utamanya sebagai penutup kepala topi ini juga bisa di gunakan untuk mengisi daya pada smarphone atau gadget anda. Di beri nama SolSol topi dengan desain snapback ini menggunakan sinar matahari dan mengubahnya menjadi energi listrik untuk mengisi daya batrei pada gadget.

Panel surya dapat ditemukan di lidah topi, namun untuk kabel dan port terletak di kantung khusus, sehingga tidak terlalu kelihatan dari pandangan.Startup asal Spanyol yang bernama Unique Creative Ideas (UCI) telah mematenkan teknologi ini sehingga bisa di pastikan tidak ada yang berani menjiplak hasil karya mereka.

Menurut Paul dan Edward, penemu dan desainer Topi SolSol tersebut Topi dengan tenaga surya itu dapat mengisi perangkat Anda pada kecepatan 200mAh untuk satu jam. Namun kedepannya startup asal negeri matador ini bekerja untuk meningkatkan kecepatan pengisian yang dirasa masih cukup lambat itu.Topi ini juga dapat mengisi baterai perangkat Android, tablet, speaker, action cam, dan masih banyak gadget lainnya.
Untuk harganya sendiri menurut situs resmi mereka yang beralamat di https://solsolhat.com, Poweraid SolSol Solar Hat di bandrol dengan harga sekitar  $56 atau setara dengan Rp746 ribuan. Namun sayangnya topi ini belum bisa digunakan pada perangkat dengan iPhone 7 atau iOS 10, akan tetapi untuk versi OS yang lebih tua bisa bekerja dengan baik.(andra/sc)