satucode[dot]com. Sejak kemunculan mereka di ranah Underground pada tahun 2003 silam kelompok peretas Anonymous selalu memberikan kejutan di setiap aksi aksinya. Berbagai isu global menjadi alasan mereka untuk melancarkan berbagai macam serangan digital maupun #op. Bahkan wikipidia pun menyebut jika kelompok ini menjadi salah satu tokoh paling berpengeruh di dunia pada tahun 2011 lalu menurut versi majalah Times.
![]() |
| 2016, kelompok Anonymous merajai Treding topic Hactivist group. |
Rilis terbaru yang di keluarkan oleh SurfWatch Labs,sebuah lembaga peneliti keamanan internet mengatakan jika kelompok hacktivist Anonymous menjadi menjadi salah satu group peretas yang menjadi treding topic saat ini di lihat dari aspek sensasi mereka di media sosial dan ancaman digital yang mereka timbulkan. Walaupaun di lihat trend mereka yang mengalami penurunan dari tahun tahun sebelumnya dikarenakan sudah semakin berkurangnya jumlah anggota mereka,namun di yakini mereka masih mampu memberikan efek yang cukup mengerikan serta dapat menyebabkan kerusakan fasilitas digital yang parah.
Lebih lanjut menurut catatan SurfWatch Labs, pada tahun 2016 ini setelah kelompok Anonymous menjadi urutan pertama dalam jajaran kelompk hacktivist, berikutnya ada nama Turk Hack Team (THT), New World Hacking (NWO), dan Ghost Squad Hacker di urutan selanjutnya. Ini cukup mengejutkan karena tahun lalu Syrian Electronic Army (SEA) and Lizard Squad juga masih menjadi treding topic namun sekarang nama itu seakan hilang dari peredaran di dunia undergound. Di sinyalir para leader dan member SEA maupun Lizard Squad banyak yang bersembunyi guna menghindari dari kejaran dari pihak kemanan Amerika Serikat.
baca juga :
Data yang di keluarkan oleh SurfWatch Labs menyebutkan jika masih stabilnya pamor kelompok Anonymous di jajaran group peretas top dunia adalah dengan insiden di hacknya situs COMELEC (Commission on Election) yang terjadi di Filipina baru baru ini. Di mana kelompok peretas Anonymous filipna dan lulzsec filipna di yakini berada di balik aksi peretasan tersebut serta berhasil menggunkap identitas sekitar 50 juta data pemilih pada pemilihan umum Predisen di Filipana. Menurut keterangan pers resmi menyebutkan jika situs comelec memuat seluruh database pemilih di seluruh negara filipina.Sebelumnya Anonymous Philippines pada saat itu memperingatkan Comelec agar memperketat keamanan mesin penghitung suara mereka namun hal itu tidak di indahkan oleh pihak pemerintah.
Di samping insiden comelec oleh Anonymous Filipina beberapa gelaran acara bertajuk #op yang di lakukan olek Anonymous juga turut menyita perhatian publik,di antaranya adalah #OpTrump, #OpKilling Bay, #OpWhales, #OpIsrael, dan #OpAfrica yang masih menggunakan teknik jadul namun mematikan yaitu serangan DDoS. Beberapa insiden kecil yang melibatkan kelompok Anonymous seperti di bocorkannya sejumlah data internal di NASA juga turut menjadi indikator masih "ciamik" nya group hacker ini di pentas Undergound dunia.
"congrulations" !!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar