Kamis, 19 Mei 2016

Ekspresi Kekecewaan, Peretas Kirim Pesan Lewat Laman Web Pemerintah.

satucode[dot]com. Beberapa hari terakhir ini, ramai media baik online maupun cetak serta tayangan di beberapa stasiun televisi indonesia memberitakan tentang kasus-kasus pencabulan atau kasus pemerkosaan yang terjadi di berbagai daerah di indonesia. Mulai dari kasus Yuyun di Bengkulu, kasus pencabulan anak-anak di bawah umur di Surabaya serta yang terakhir kasus yang menimpa seorang gadis muda di Tangerang, Eno F. Belum lagi di tambah beberapa kasus lain yang semakin menunjukan kemerosotan moral para generasi muda.

Ekspresi Kekecewan, Peretas Kirim Pesan Lewan Laman Web Pemerintah.
Ekspresi Kekecewan, Peretas Kirim Pesan Lewan Laman Web Pemerintah.
Kejadian demi kejadian yang beruntun sedikit banyak telah membuat nurani kita tersentuh, sebegitu parahkah moral mereka sehingga tega melakukan tindakan bejat seperti itu. Banyak yang geram, berempati dan mengutuk perilaku biadab para pelaku. Tidak terkecuali mereka yang berkutat di dunia underground. Meski setiap hari hanya berhadapan dengan seperangkat komputer ternyata mereka juga memiliki rasa simpati terhadap kejadian keadian yang terjadi di Republik ini.

Meski di rasa tidak "nyambung" dengan situasi yang terjadi. Namun begitulah cara kaum "bawah tanah" mengekspresikan kegeraman mereka. Dengan meretas sejumlah situs milik pemerintah mereka menyuarakan keprihatianan mereka lewat laman web yang sudah mereka ganti dengan pesan pesan moral  mereka.
Umur 14tahun diperkosa 14 orang

umur 19tahun diperkosa 19orang
selamat datang di INDONESIA dimana teman bisa jadi pacar
pacar bisa jadi mantan, mantan bisa jd pacar temann
pria sange ada dimana-dimana

selamat datang di Indonesia
anak sd manggilnya ayah bunda
anak smp di perkosa sampe mati
anak sma ngaku anak pejabat polri
anak kuliahan bunuh dosennya gara-gara skripsi ditolak

telah hilang moral di negara ini,
telah gagal pahlawan ku untuk membentuk negri ini
siapa yang pantas untuk disalahkan?

Siapakah kini plipur lara, nan setia dan perwira
siapakah kini pahlawan hati, pembela bangsa sejati
Demikian bunyi pesan yang tertulis di beeberap laman web yang telah mereka retas. Dengan berlatar warna hitam serta bergambar Garuda berwarna merah di bagian atas ,dengan iringi musik lagu nasional telah gugur pahlawanku sebagai backsong, para peretas menghajar beberapa web milik pemerintah yang rata-rata berdomain go.id untuk menunjukan rasa kekecewaan terhadap semakin hilanngnya nilai-nilai moral sebagian masyarakat,terutama para pelaku kejahatan.

Beberapa web berdomain go.id seperti http://anambaskab.go.id/, http://pn-slawi.go.id/ http://balangankab.go.id/, http://puskesmassetiabudi.jakarta.go.id/ serta beberapa sub domain dari beberapa web milik pemerintah menjadi sasaran kekecewaan para peretas.

Masing-masing orang punya hak dan cara yang berbeda untuk menyuarakan pendapat mereka. Dan inilah cara para peretas melakukannya. meski di rasa agak "aneh" namun keprihatinan yang mereka tunjukkan patut kita apresiasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar