satucode[dot]com. Insiden peretasan terhadap suatu sistem digital bisa menimpa siapa saja tanpa memandang bulu. Mulai dari perorangan,sistem pemerintahan ataupun bahkan perusahaan teknologi sekalipun bisa menjadi korban peretasan. Hal itu pulalah yang terjadi terhadap salah satu raksasa teknologi produsen gadget/komputer asal Amerika Serikat pada situs US e-commerce milik Acer.
![]() |
| Breaking News: Acer Webstore Di Retas, Ribuan Data Pengguna Bocor Ke Publik |
Di lansir dari techworm.net,perihal insiden peretasan ini di ketahui sekitar awal bulan lalu. Namun indikasi terjadinya peretasan di sinyalir sudah terjadi sejak setahun lalu. Hal ini di kemukanan oleh juru bicara acer.com, " para pelanggan kami yang mengakses situs kami antara 12 Mei 2015 dan 28 April 2016 mungkin bisa menjadi korban " demikian ungkap juru bicara Acer.
Pihak Acer sendiri sudah melayangkan surat Kepada Kejaksaan Di California untuk mengambil langkah hukum terkait insiden peretasan ini. Hingga saat ini belum di ketahui secara pasti siapa dalang di balik aksi "digital breach" ini. Acer sendiri juga telah menyewa jasa konsultan keamanan cyber bekerja sama dengan Penegak Hukum Federal untuk menyelediki jejak digital guna mengungkap kasus ini.
jika Anda menduga bahwa Anda adalah korban dari pencurian identitas atau penipuan, Anda memiliki hak untuk mengajukan laporan polisi. Selain itu, Anda dapat menghubungi kantor Negara Kejaksaan Agung atau Komisi Perdagangan Federal AS untuk belajar tentang langkah-langkah yang dapat Anda ambil untuk melindungi diri terhadap pencurian identitas
Demikian kata salah seorang petinggi Acer ,Mark Groveunder yang merupakan wakil presiden layanan pelanggan Acer. Insiden ini memicu kekhawatiran para konsumen acer terkait infomasi data keuangan mereka termasuk di dalamnya nomor kartu kredit, CVV, email dan juga Nomer jaminan sosial mereka.
baca juga :
- Anvitha Vijay, Developer Belia Pada ajang WWDC 2016
- Info Teknologi : Fitur Terbaru Google,Bisa Melacak Smartphone Yang Hilang
Pihak acer menghimbau kepada seluruh komsumen yang telah mengakses situs E-comerce milik acer.com pada periode terjadinya peretasan untuk segera mengecek infomasi keuangan mereka. Apabila di temukan hal yang mencurigakan seperti penggunaan kartu kredit tanpa ijin mereka bisa melaporkan kejadian itu untuk di tangani oleh pihak Acer.(andra/sc)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar