satucode[dot]com. Nampaknya konflik antara kedua Negara,Korea Utara dan Korea Selatan tidak akan menemui jalan damai dalam waktu dekat. Situasi di kedua Negara kembali tegang setelah pemerintah Korea Selatan meliris data resmi yang mengatakan bahwa system komputer mereka telah di retas oleh sekelompok hacker yang di duga berasal dari Korea Utara.
![]() |
| hacker Korea Utara mencuri "blue print" jet tempur AS dari komputer Korea Selatan |
Dikutip dari Techworm.net Unit Cyber Crime kepolisian Negera Korea Selatan mengatakan, Korea Utara ada di balik serangan cyber ke Korea Selatan, menyusul di temukannya indikiasi peretasan terhadap 140.00 system komputer dari 160 perusahaan di korea selatan serta dari berbagai instansi pemerintahan. Bahkan cetak biru untuk jet tempur F-15 juga berhasil diambil dari Korean Air Lines, produsen kontrak untuk militer Korea Selatan.
Ada kemungkinan yang tinggi bahwa Korut bertujuan untuk menyebabkan kebingungan pada skala nasional dengan meluncurkan serangan simultan setelah mengamankan banyak target cyber teror, atau dimaksudkan untuk terus mencuri rahasia industri dan militer,"
Demikian Pernyataan pejabat resmi pemerintah Korea Selatan. Insiden ini merupakan buntut dari kejadian juli 2014 lalu dimana dua raksasa telekomunikasi asal Korea Selatan Grup SK dan Grup Hanjin juga menjadi korban peretsan oleh para hacker asal korea utara. Sejauh ini menurut pejabat militer Korea Selatan mengatakan bahwa para peretas hanya berhasil mencuri data dari pusat data beberapa instasi pemerintah namun tidak atas kedali sistem mereka.
baca juga :
Korea Utara yang tertutup dan Korea Selatan yang kaya dan demokratis secara teknis masih berada dalam keadaan perang dikarenakan konflik 1950-1953 mereka berakhir dengan sebuah gencatan senjata dan bukan dengan sebuah perjanjian damai. Korea Utara seringkali mengancam untuk menghancurkan Korea Selatan dan sekutu utama mereka, Amerika Serikat.
Sementara itu pihak Korea Utara membantah tudingan Korea Selatan terhadap insiden itu. Namun hingga saat ini belum ada rilis resmi tindakan apa yang akan di ambil oleh pemerintah Korea Selatan atas insiden peretasan ini. (andra/sc)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar