Senin, 23 Mei 2016

Lebih Dari $ 12 Juta Di Gasak Hacker Dari Mesin ATM

satucode[dot]com. Kejahatan Digital pencurian informasi kartu kredit semakin bertambah parah. Bukan saja menyasar uang di rekening anda secara virtual kini para kriminal di dunia maya bisa memanfaatkan informasi kartu kredit anda dan mencuri uang anda secara real melalui Automatic Teller Mechine (ATM).


Lebih Dari $ 12 Juta Di Gasak Hacker Dari Mesin ATM
Begitu halnya yang terjadi baru-baru ini di Jepang (15/05/2016). Di lansir dari IbiTimes, komplotan hacker beraksi mencuri setidaknya 1,4 milliar yen atau setara dengan lebih dari 12 juta Dollar US. Kejadian ini merupakan sejarah baru dalam kejahatan kriminal pencurian uang juga merupakan yang terbesar dalam sejarah. 


Bagaimana tidak para pelaku yang di perkirakan lebih dari 100 orang melakukan penarikan uang di ATM secara bersamaan di beberapa kota di Jepang seperti di Tokyo, Kanagawa, Aichi, Osaka, Fukuoka, Nagasaki, Prefektur Chiba, Nigata dan beberapa kota lainnya hanya dalam kurun waktu kurang dari 3 jam antara pukul 5 hingga pukul 8 pagi.

Insiden ini di perkirakan di lakukan oleh jaringan internasional yang terorganisir. Menurut kepolisian setempat para pelaku menggunakan sekiatar 1.600 kartu kredit yang di keluarkan oleh Bank di Afrika Selatan.Kini polisi masih menyelidiki kasus ini dengan mengumpulkan beberapa bukti serta rekaman CCTV yang berada di ATM dan wilayah sekitarnya.

Meski tidak jelaskan secara rinci nama Bank yang mengeluarkan kartu kredit di Afrika Selatan namun ini di sinyalir ini merupakan serangkaian aksi lanjutan dari insiden pencurian infomasi kartu kredit setahun yang lalu. mereka (hacker: red) menunggu waktu yang tepat untuk menggunakan informasi curian dan melakukan penarikan uang tunai melalui ATM

berita lainnya :ingin uang Rp 170 M, silahkan Buka Sistem Keamanan iPhone 5c. Ini patut menjadi pelajaran berharga bagi anda pemilik kartu kredit untuk lebih berhati-hati melakukan transaksi online sehingga bisa terhindar dari resiko pencurian informasi kartu kredit di masa mendatang.


2 komentar: