Jumat, 20 Mei 2016

Jutaan Akun LinkedIn Di "obral" Di DeepWeb

satucode[dot]com. Anda pengguna situs jejaring sosial  LinkedIn, sebaiknya anda segera mengganti password akun LinkedIn anda mulai sekarang. Bedasar laporan salah seorang peneliti keamanan internet Troy Hunt dari tripwire sebuah perusahaan penyedia layanan jasa audit cyber security bahwa telah di temukan sebuah situs forum underground di deepweb yang memperjual belikan akun LinkedIn oleh seorang hacker dengan codename "peace".

Sebanyak kurang lebih 167 juta akun termasuk id dan password telah siap di perjual belikan oleh "peace".  Data yang di umbar "peace" adalah data yang di peroleh pasca peretasan yang terjadi pada tahun 2012 lalu, namun hal itu tidak pernah di ungkap pihak LinkedIn ke publik.
Hal ini semakin menguatkan dugaan memang telah terjadi aksi peretasan pada server LinkedIn, ketika motherboard sebuah situs khusus hacking news yang juga di kabarkan telah menerima beberapa sample akun dan password yang sudah di retas.
Sebuah situs search engine khusus untuk pencarian data hack, leakedsource di sinyalir juga ikut "kecipratan" sekitar 1 juta data  id dan password yang telah di retas.Meski password  dalam keadaan terenskripsi SHA 1 tanpa salt, hanya dalam kurun waktu kurang dari 75 jam password berhasil di bongkar.Salah satu juru bicara leakedsource mengatakan bahwa 95% terdapat kecocokan antara id dan password pada akun LinkedIn yang di hack oleh "peace". Di jual seharga 5 btc atau setara dengan $ 2200, "peace" di kabarkan telah menawarkan kepada siapapun yang siap untuk membelinya.



Pada tahun 2012 lalu LinkedIn menerima serangkaian serangan peretas sehingga jutaan akun dan password dalam database mereka berhasil di dump para hacker.Namun hal itu tidak pernah mendapat klarifikasi resmi dari pihak LinkedIn berapa jumlah pasti data yang berhasil di gondol hacker.Hingga akhirnya pada tahun 2016 seorang hacker bernickname "peace" mengumbar data yang di curi lewat laman darkweb.

Melalui motherboard.vice.com,ketika dihubungi untuk memberikan komentar,juru bicara LinkedIn Hani Durzy mengatakan bahwa "tim keamanan perusahaan sedang mencari insiden itu, tetapi kami tidak bisa mengkonfirmasi apakah data itu sah. kami juga tidak tau berapa jumlah pasti data yang di curi ".Sembari menunggu investigasi lanjut dari pihak LinkedIn, mereka menyarankan untuk para pengguna  untuk segera mengganti password akun mereka serta mengaktifkan metode Two Step-Verification (2SV). Metode seperti ini dinilai lebih ampuh untuk menjamin keamanan akun pengguna karena di haruskan  memasukan kode verifikasi yang dikirim ke nomor ponsel saat akun diakses dari perangkat berbeda.

Semoga insiden ini menjadi pelajaran berharga bagi LinkedIn , sehingga para pengguna bisa merasa aman dan nyaman menggunakan layanan situs "medsos" milik LinkedIn.
.

3 komentar:

  1. Halo admin, just to clarify kalau LinkedIn tidak kena retas saat ini. Yang sesungguhnya terjadi adalah peretasan situs LinkedIn pada 2012 masih menyisakan persoalan. Pasalnya baru-baru ini perusahaan mengumumkan bahwa data yang diretas telah diunggah dan terpublikasi. Total data yang diretas tersebut berjumlah 117 juta email dan password. Hope it clarifies ya min, semoga bermanfaat klarifikasi ini untuk para pembaca situs. Terima kasih atas perhatiannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih kami ucapkan kepada mbak kartika anandita. Ini juga sekaligus menjadi klarifikasi.

      Hapus
  2. Owww tahun 2012 toh yah, tapi memang gak ada system yg aman jejaring sosial sebesar linkedin pun masih bisa kena retas

    BalasHapus